Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Cihampelas Kekeringan Dibiarkan Tak Terurus
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:03 WIB
Dijelaskannya, sejak lama petani yang ada di wilayahnya memang hanya mengandalkan musim hujan. Biasanya dalam setahun mereka melakukan dua kali panen. Namun karena kondisi kekeringan yang dari tahun ke tahun semakin parah, paling kini disiasati dengan menanam palawija. Atau jika tidak ada modal, membiarkan lahannya tidak terawat.
Di wilayahnya kini tidak ada irigasi yang bisa mengairi sawah di musim kemarau. Sebelumnya air irigasi yang bersumber dari air di Curug Jompong pernah mengairi sawah di Tanjungjaya. Namun kini airnya sudah tidak pernah lagi sampai karena sudah habis terpakai di wilayah hulu. Paling ketika musim hujan, terkadang banjir air dari hulu sampai ke Tanjungjaya.
"Kita inginnya ada irigasi yang mengalir ke sini karena kalau kemarau ya gitu, lahan pertanian dibiarkan kering. Paling warga beralih profesi mencari ikan ke Waduk Saguling," sebutnya.
Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas Andriawan Burhanudin. Di wilayahnya ada sekitar 150-200 hektare lahan pertanian yang juga mengering dan tidak digarap dulu. Warga masih menunggu musim penghujan untuk kembali menanam padi agar pasokan air mencukupi.
"Kalau kemarau gini laham sawah dibiarkan, baru pas masuk musim penghujan mulai digarap lagi. Selain itu ada juga yang lahan sawah beralih fungsi karena pasokan air yang minim," kata dia.
Di wilayahnya kini tidak ada irigasi yang bisa mengairi sawah di musim kemarau. Sebelumnya air irigasi yang bersumber dari air di Curug Jompong pernah mengairi sawah di Tanjungjaya. Namun kini airnya sudah tidak pernah lagi sampai karena sudah habis terpakai di wilayah hulu. Paling ketika musim hujan, terkadang banjir air dari hulu sampai ke Tanjungjaya.
"Kita inginnya ada irigasi yang mengalir ke sini karena kalau kemarau ya gitu, lahan pertanian dibiarkan kering. Paling warga beralih profesi mencari ikan ke Waduk Saguling," sebutnya.
Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas Andriawan Burhanudin. Di wilayahnya ada sekitar 150-200 hektare lahan pertanian yang juga mengering dan tidak digarap dulu. Warga masih menunggu musim penghujan untuk kembali menanam padi agar pasokan air mencukupi.
"Kalau kemarau gini laham sawah dibiarkan, baru pas masuk musim penghujan mulai digarap lagi. Selain itu ada juga yang lahan sawah beralih fungsi karena pasokan air yang minim," kata dia.
(msd)
Lihat Juga :