Khofifah Minta Enam Kabupaten di Jatim Percepat Masa Tanam Padi
Selasa, 02 Juni 2020 - 18:35 WIB
Dengan adanya percepatan tanam, lanjut Khofifah, petani dapat menanam dan memanen tiga kali per tahun. Namun, jika terlambat tanam, maka petani akan menghadapi ancaman kekurangan air pada musim kemarau ini.
“Kemarin, Senin (1/6/2020) digelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama enam kepala daerah yaitu Bupati Bojonegoro, Bupati Jember, Bupati Ngawi, Bupati Nganjuk, Bupati Tuban dan Bupati Tulungagung. Seluruhnya siap mengawal dan memonitor jalannya masa tanam. Sehingga diharapkan Jatim tetap menjadi lumbung pangan nasional,” tuturnya.
Untuk diketahui, Jatim yang memiliki peran sebagai salah satu wilayah lumbung pangan nasional. Jatim memiliki luas panen pada semester I tahun 2020 seluas 1.120.153 hektar.
Sedangkan untuk produksi padi pada semester I ini diperkirakan mencapai 6.185.310 ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 4.066.348 ton beras. Potensi konsumsi Jatim sendiri diperkirakan mencapai 2.133.143 ton beras. Sehingga pada semester I tahun 2020 ini surplus beras Jatim mencapai 1.933.205 ton beras
“Kemarin, Senin (1/6/2020) digelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama enam kepala daerah yaitu Bupati Bojonegoro, Bupati Jember, Bupati Ngawi, Bupati Nganjuk, Bupati Tuban dan Bupati Tulungagung. Seluruhnya siap mengawal dan memonitor jalannya masa tanam. Sehingga diharapkan Jatim tetap menjadi lumbung pangan nasional,” tuturnya.
Untuk diketahui, Jatim yang memiliki peran sebagai salah satu wilayah lumbung pangan nasional. Jatim memiliki luas panen pada semester I tahun 2020 seluas 1.120.153 hektar.
Sedangkan untuk produksi padi pada semester I ini diperkirakan mencapai 6.185.310 ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 4.066.348 ton beras. Potensi konsumsi Jatim sendiri diperkirakan mencapai 2.133.143 ton beras. Sehingga pada semester I tahun 2020 ini surplus beras Jatim mencapai 1.933.205 ton beras
(msd)
Lihat Juga :