Kisah Arsim, Anak Disabilitas yang Butuh Jaminan Beasiswa untuk Bisa Sekolah Lebih Tinggi
Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:55 WIB
Arsim tidak memiliki keinginan yang berlebih, yang ingin dipertahankan sang ibu hanya memelihara semangatnya untuk sekolah. "Semangat bersekolah saja yang menonjol dari anak saya, " kata dia.
Buah dari sekolah yang saat ini sudah kelas IV SD, Arsim bisa menghafal beberapa surat - surat pendek, dan beberapa ilmu pengetahuan umum lainya.
Untuk sekolah dasar saat ini digratiskan karena ada dana BOS. Tapi bagaimana dia dapat meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi lagi, hal itu yang belum terfikirkan oleh keliarga Arsim. "Belum ada yang menjamin bea siswa anaknya bisa sekolah lebih tinggi lagi, " kata Asmi.
Penggiat di Komunitas Laguna (Laut Udara Nusantara) Kabupaten Lebak, Faiz mengatakan, kondisi di wilayahnya tidak ada sekolah berkebutuhan khusus yang dekat. Jika harus belajar di sekolah berkebutuhan khusus harus ke ibukota Kabupaten Lebak, yakni Rangkasbitung. "Untungnya tidak ada yang ' Nge-Bullying' diantara teman temanya, " ujar dia.
Diketahui, Arsim yang memiliki panggilan akrab Inta di kampungnya, dalam keseharianya selalu bermain riang seperti anak - anak lain seusianya. Selain bermain, sekolah umum dan sekolah agama.
Ditempatnya sekolah yakni di SD Mekar Rahayu merupakan sekolah dasar umum, namun tidak sedikitpun rasa minder dengan keterbatasan fisiknnya, dia selalu bermain dengan teman sekelasnya.
Tentu saja, perjuangan kedua orang tuanya yang memacu terus semangat Arsim untuk bersekolah. Walaupun untuk bisa sersekolah setiap harinya Arsim harus digendong Ibu atau bapaknya ke sekolah dengan jarak hingga dua kilometer, dengan kondisi jalan berbukit dan melintas pematang sawah. "Kondisi hari ini saya sehat," kata Arsim seraya melamparkan senyuman melalu Vidio Call Whatsapp, Rabu (6/10/2021). Baca: Kisah Arsim, Anak Disabilitas yang Semangat Belajar demi Wujudkan Cita-Cita Jadi TNI.
Buah dari sekolah yang saat ini sudah kelas IV SD, Arsim bisa menghafal beberapa surat - surat pendek, dan beberapa ilmu pengetahuan umum lainya.
Untuk sekolah dasar saat ini digratiskan karena ada dana BOS. Tapi bagaimana dia dapat meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi lagi, hal itu yang belum terfikirkan oleh keliarga Arsim. "Belum ada yang menjamin bea siswa anaknya bisa sekolah lebih tinggi lagi, " kata Asmi.
Penggiat di Komunitas Laguna (Laut Udara Nusantara) Kabupaten Lebak, Faiz mengatakan, kondisi di wilayahnya tidak ada sekolah berkebutuhan khusus yang dekat. Jika harus belajar di sekolah berkebutuhan khusus harus ke ibukota Kabupaten Lebak, yakni Rangkasbitung. "Untungnya tidak ada yang ' Nge-Bullying' diantara teman temanya, " ujar dia.
Diketahui, Arsim yang memiliki panggilan akrab Inta di kampungnya, dalam keseharianya selalu bermain riang seperti anak - anak lain seusianya. Selain bermain, sekolah umum dan sekolah agama.
Ditempatnya sekolah yakni di SD Mekar Rahayu merupakan sekolah dasar umum, namun tidak sedikitpun rasa minder dengan keterbatasan fisiknnya, dia selalu bermain dengan teman sekelasnya.
Tentu saja, perjuangan kedua orang tuanya yang memacu terus semangat Arsim untuk bersekolah. Walaupun untuk bisa sersekolah setiap harinya Arsim harus digendong Ibu atau bapaknya ke sekolah dengan jarak hingga dua kilometer, dengan kondisi jalan berbukit dan melintas pematang sawah. "Kondisi hari ini saya sehat," kata Arsim seraya melamparkan senyuman melalu Vidio Call Whatsapp, Rabu (6/10/2021). Baca: Kisah Arsim, Anak Disabilitas yang Semangat Belajar demi Wujudkan Cita-Cita Jadi TNI.
Lihat Juga :