Kisah Tragedi Pembantaian PKI di Solo dan Banjir Besar

Minggu, 03 Oktober 2021 - 17:01 WIB
Sebagai pengingat, dibangun monumen pada peristiwa yang terjadi 22 Oktober 1965 itu. Kedung Kopi adalah daerah kecil di tepi sungai Bengawan Solo.

Hingga saat ini, Sungai Bengawan Solo menjadi saksi bisu tumpah darah masyarakat atas pergolakan politik kala itu.

Sungai itu konon menjadi tempat pembuangan mayat atau tempat eksekusi. Aliran sungai digambarkan berwarna merah, diduga setelah ada pembantaian atau mayat yang dibuang ke Sungai Bengawan Solo.

Dikutip dari buku Yong Witono berjudul Suara di Balik Prahara (2011:284) disebutkan banyak peristiwa terjadi di sana.

"Sekitar bulan Desember awal, ketika melewati Sungai Bengawan Solo, saya melihat banyak sekali orang-orang diikat, trus dijajar di pinggiran Bengawan Solo,” kata Yong Witono. Baca: Kesabaran Mbah Jamilah dan Komitmen Perindo Bantu Wujudkan Herd Immunity.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!