Amerika Kewalahan Atasi Demo yang Membela George Floyd

Senin, 01 Juni 2020 - 21:16 WIB
Otoritas menerapkan jam malam di puluhan kota di penjuru AS, yang terbanyak sejak pembunuhan terhadap Martin Luther King Jr pada 1968 saat kampanye pemilu dan pergolakan demonstrasi anti-perang.

Presiden AS Donald Trump menyebut pengunjuk rasa saat ini sebagai para penjahat. "Tegaslah para Wali Kota dan Gubernur Demokrat. Orang-orang itu para Anarkhis. Panggil Garda Nasional kita sekarang," tweet Trump pada Minggu (31/5) siang.

Namun pemerintahan Trump tidak akan mengontrol Garda Nasional sekarang, menurut penasehat keamanan nasional Robert O’Brien.

Di Washington DC, demonstran menyalakan api di dekat Gedung Putih pada Minggu (31/5). Asap hitam bercampur gas air mata terlihat di antara demonstran yang meneriakkan " George Floyd ".

Kekerasan sporadis juga terjadi di Boston, setelah para aktivis demonstran melemparkan botol ke petugas kepolisian.
(ihs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!