Mimbar Kyai Mojo, Masih Asli Sejak 1856 di Masjid Agung Al Falah Minahasa

Sabtu, 18 September 2021 - 11:40 WIB
Di situ mereka sempat juga membangun masjid yang bernama Masjid Diponegoro Tegal Redjo. Hingga akhirnya rombongan pindah ke Kampung Jawa Tondano yang hanya berjarak kurang dari 5 km dari Tonsea Lama.



"Masjid yang di Tonsea lama itu juga yang pertama kali dibangun oleh Kyai Mojo karena pertama Kyai Mojo dan kawan-kawan tempatnya bukan di Kampung Jawa tetapi di sebelah sungai yang namannya Kawak," kata Ketua Bidang Imaroh BTM Agung Alfalah Kyai Modjo, Husnan Kyai Demak.

Namun karena daerah tersebut masih dikelilingi hutan dan banyak binatang liar seperti babi yang mengganggu sehingga Kyai Mojo tidak berkenan ditempatkan di tempat itu. Selanjutnya Kyai Mojo mengusulkan tempat lain.

Belanda menyetujui tetapi tidak boleh jauh dari Tonsea lama, sehingga pindahlah mereka di tempat yang sekarang dikenal sebagai Kampung Jawa Tondano (Jaton).

Bangunan Masjid Agung Al-Falah Kyai Mojo yang dulunya masih berbentuk mushola sederhana dengan dinding terbuat dari bambu dan beratap rumbia kini telah berganti menjadi dinding beton serta telah mengalami beberapa kali pemugaran.



Pemugaran pertama dilakukan pada 1864, dipimpin Raden Syarif Abdullah bin Umar Assegaf yang dibuang Belanda ke Kampung Jaton bersama rombongannya pada tahun 1860.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!