Siap-siap! Warga Jabar Diimbau Siaga, La Nina Bakal Menerjang Akhir Tahun

Rabu, 15 September 2021 - 13:32 WIB
Menurutnya, lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di bumi berakar pada kerusakan alam. Karena itu, upaya yang harus dilakukan adalah melestarikan alam.

"Upayanya adalah mencoba menyeimbangkan kembali antara kebutuhan manusia yang bersumber dari alam dengan pelestarian alam. Artinya, manusia boleh mengeksploitasi alam untuk kebutuhannya, tetapi tetap harus dibarengi dengan pelestarian," jelas Dani.

Baca juga: Detik-Detik Rimbun Air Hilang, Pesawat Naik Lagi Lalu Terdengar Suara Sangat Keras

Dia menyebut, sebagian besar bencana alam yang terjadi di Jabar adalah bencana hidrologi atau selalu berkaitan dengan air, seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, bahkan tsunami.

"Bencana yang terjadi akibat air tidak lagi bisa ditahan karena pohon-pohon semakin berkurang," sebutnya.

Terlebih, lanjut Dani, musim kemarau saat ini disebut kemarau basah. Artinya, tetap membawa potensi hujan ringan, sedang, hingga besar. Dalam prediksi BMKG terkait La Nina pun, kata Dani, disebutkan bahwa musim kemarau cenderung basah yang artinya intensitas hujan akan naik 40-80 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!