Selama 8 Bulan, Jumlah Kendaraan Bermotor di Jawa Timur Bertambah 490.000 Unit

Senin, 13 September 2021 - 14:56 WIB
Lebih jauh dia menjelaskan, jika dibanding dengan sebelum pandemi, angka penjualan kendaraan di Jatim sangat jauh berkurang. Hal ini akibat perekonomian merosot akibat adanya sejumlah pembatasan kegiatan. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun.

“Tidak hanya penurunan penjualan, tapi penjualannya itu anjlok. Padahal sebelum pandemi penjualan kendaraan bermotor di Jatim bisa tumbuh antara 8 hingga 9 persen,” ujarnya.

Baca juga: Muncul Fakta Baru Kematian Bocah Korban Pertama Dugaan Ritual Pesugihan di Gowa

Sementara itu, Marketing and After Sales Service Director Honda Surabaya Center (HSC), dealer mobil Honda di Jawa Timur (Jatim), Bali dan Nusa Tenggara (Nusra), Wendy Miharja mengatakan, pembebasan PPnBM sangat membantu mendongkrak pasar otomotif. Contohnya, lanjut Wendy, penjualan HSC pada Mei 2021 targetnya 840 unit, tetapi realisasinya 1.115 unit.

Dibandingkan Mei 2020, naiknya permintaan sampai 5 kali lipat. “Meski ada rencana perpanjangan pembebasan PPnBM, kami belum akan merevisi target penjualan. Namun pada semester II 2021 ini diharapkan kondisi ekonomi semakin membaik dan kasus COVID-19 bisa melandai,” harapnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!