Sunami dan Samagit Harus Berjuang Sendiri di Tengah Pandemi

Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:54 WIB
Usaha pijatnya sepi, karena banyak tetangganya yang harus membatasi aktivitas di luar rumah. Kedua lansia ini juga sangat rentan terpapar COVID-19, karena usianya yang sudah senja, dan terbatasnya asupan gizi untuk menjaga sistem imunitas tubuhnya.

Saat banjir bantuan datang dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa, untuk warga kurang mampu dan terdampak pandemi COVID-19. Keduanya terlewatkan. Seumur hidup mereka, tak pernah ada bantuan sosial (Bansos) yang mampir ke rumah petak sederhana mereka.

"Kami belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Baik itu uang tunai maupun bantuan kebutuhan pokok. Kami sebenarnya berharap ada bantuan pemerintah, karena saat ini kondisinya sedang tidak menentu, dan penghasilan juga tidak ada," ujar Sunami.

Pasangan yang tidak memiliki anak ini, berharap bantuan dari pemerintah untuk bisa menyambung hidup mereka. "Sekarang yang pijat ke suami saya paling banyak dua orang saja. Sering juga tidak ada yang datang untuk pijat," ujar Sunami.

"Tak toman eberrik sakaleh salama dedih manosah nak (Tidak pernah mendapat bantuan sama sekali nak)," ungkap Sunami pakai Bahasa Madura, saat ditanya soal bansos yang mereka terima.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!