Jumlah Pasien COVID-19 Sembuh di Depok Tambah 17 Orang
Jum'at, 29 Mei 2020 - 22:40 WIB
Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 81 orang, terdapat penambahan 1 orang dibandingkan hari sebelumnya. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHOEC) Kemenkes RI.
Idris menuturkan, pengelolaan data surveillans COVID-19 Kota Depok, telah menggunakan bantuan teknologi informasi melalui aplikasi Pusat InformasiCOVID-19 Depok (Picodep), di mana sumber datanya berasal dari Kementerian Kesehatan, Dinkes Provinsi Jawa Barat, Dinkes Provinsi Jabar, Dinkes se-Jabodetabek, Laboratorium tersertifikasi yang melakukan SWAB PCR, Puskesmas, rumah sakit, klinik, masyarakat melalui 112 dan 119, Pengisian Form Penyelidikan Epidemiologi secara mandiri oleh masyarakat.
“Data surveillance tersebut dilakukan validasi terlebih dahulu oleh Tim Surveillans Kota Depok dan selanjutnya masuk di bank data PICODEP. Artinya data yang terkumpul dan diolah adalah data yang bersumber dari berbagai pihak, sehingga bersifat komprehensif dan lengkap, disajikan secara online,” tutur Idris.
PSBB Bodebek termasuk di dalamnya Kota Depok saat ini diperpanjang hingga 4 Juni 2020, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.287-Hukham/2020 tentang Perpanjangan PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan COVID19 dan Keputusan Wali Kota Nomor 443/231/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tentang Perpanjangan Keempat Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan COVID-19 di Kota Depok.
“Selanjutnya untuk masa tanggap darurat bencana di Kota Depok, sesuai Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/230/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Desease 2019 di Kota Depok, diperpanjang dari tanggal 30 Mei 2020 sampai dengan 30 Juni 2020,” ungkap dia.
Idris menuturkan, pengelolaan data surveillans COVID-19 Kota Depok, telah menggunakan bantuan teknologi informasi melalui aplikasi Pusat InformasiCOVID-19 Depok (Picodep), di mana sumber datanya berasal dari Kementerian Kesehatan, Dinkes Provinsi Jawa Barat, Dinkes Provinsi Jabar, Dinkes se-Jabodetabek, Laboratorium tersertifikasi yang melakukan SWAB PCR, Puskesmas, rumah sakit, klinik, masyarakat melalui 112 dan 119, Pengisian Form Penyelidikan Epidemiologi secara mandiri oleh masyarakat.
“Data surveillance tersebut dilakukan validasi terlebih dahulu oleh Tim Surveillans Kota Depok dan selanjutnya masuk di bank data PICODEP. Artinya data yang terkumpul dan diolah adalah data yang bersumber dari berbagai pihak, sehingga bersifat komprehensif dan lengkap, disajikan secara online,” tutur Idris.
PSBB Bodebek termasuk di dalamnya Kota Depok saat ini diperpanjang hingga 4 Juni 2020, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.287-Hukham/2020 tentang Perpanjangan PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan COVID19 dan Keputusan Wali Kota Nomor 443/231/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tentang Perpanjangan Keempat Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan COVID-19 di Kota Depok.
“Selanjutnya untuk masa tanggap darurat bencana di Kota Depok, sesuai Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/230/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Desease 2019 di Kota Depok, diperpanjang dari tanggal 30 Mei 2020 sampai dengan 30 Juni 2020,” ungkap dia.
(awd)
Lihat Juga :