Santri di Jatim Dapat Jatah 25.000 Dosis Vaksin COVID-19
Minggu, 22 Agustus 2021 - 18:30 WIB
Ketua Gugus Tugas Vaksinasi DPW Partai Nasdem Jatim, Suhandoyo mengatakan, alasan dipilihnya pondok pesantren sebagai target vaksinasi sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi muda dari penyebaran COVID-19 yang begitu membahayakan.
"NasDem ingin membantu dengan menggelar vaksinasi di pondok pesantren, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan generasi yang sehat. Sekarang kita lihat, berapa banyak jumlah anak-anak atau generasi muda yang menempuh pendidikan di pondok pesantren? Bayangkan kalau seandainya mereka banyak yang sakit? Tentu kita semua tidak mengharapkan itu terjadi," kata Suhandoyo dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Masalembu, 8 ABK Asal Lamongan Hilang
Dijelaskan lebih lanjut, pada lingkungan pondok pesantren sebagian besar adalah usia anak-anak hingga remaja. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah merekomendasikan dosis vaksin COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun.
"Jadi, vaksinasi yang kita gelar di pondok pesantren ini lebih difokuskan kapada anak usia 12 hingga 17 tahun," sambung Suhandoyo.
"NasDem ingin membantu dengan menggelar vaksinasi di pondok pesantren, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan generasi yang sehat. Sekarang kita lihat, berapa banyak jumlah anak-anak atau generasi muda yang menempuh pendidikan di pondok pesantren? Bayangkan kalau seandainya mereka banyak yang sakit? Tentu kita semua tidak mengharapkan itu terjadi," kata Suhandoyo dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Masalembu, 8 ABK Asal Lamongan Hilang
Dijelaskan lebih lanjut, pada lingkungan pondok pesantren sebagian besar adalah usia anak-anak hingga remaja. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah merekomendasikan dosis vaksin COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun.
"Jadi, vaksinasi yang kita gelar di pondok pesantren ini lebih difokuskan kapada anak usia 12 hingga 17 tahun," sambung Suhandoyo.
Lihat Juga :