Sumbar Disebut Beda Dulu dan Sekarang, Mulyadi Nilai Sebagai Masukan
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:19 WIB
"Hal ini sebetulnya bukanlah karakteristik masyarakat Sumatera Barat dalam berdemokrasi. Tetapi mereka tidak peduli bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat yang bisa berdampak jangka panjang," ungkapnya.
Mulyadi mengatakan, nafsu ingin menjadi pemimpin yang orientasinya kekuasaan dengan menghalalkan segala cara bisa merusak tatanan sosial dan politik yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, proses demokrasi menjadi kurang bermutu, yang tentunya berdampak kepada kualitas pemimpin yang dihasilkan. Sehingga harus terus ada perbaikan.
"Kalau caranya begini, bagaimana mungkin kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin hebat seperti dulu lagi. Inilah salah satu pertanyaan mendasar yang di sampaikan Bu Mega. Kita harus akui, suka tidak suka Sumbar tidak lagi menghasilkan pemimpin hebat seperti dulu," ucapnya.
Sebelumnya, Megawati menyampaikan pernyataan tentang kurangnya bermunculan tokoh-tokoh dari Sumbar akhir-akhir ini. Hal itu disampaikan pada Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021).
"Dulu saya tahunya tokoh dari Sumatera Barat, kenapa menurut saya (sekarang) tidak sepopuler dulu atau memang tidak ada produknya? Padahal Sumatera Barat ketika sebelum kemerdekaan sampai setelah merdeka sampai selesai juga Bung Karno (sebagai presiden) itu kan tokoh-tokohnya luar biasa, ya," kata Mega.
Mulyadi mengatakan, nafsu ingin menjadi pemimpin yang orientasinya kekuasaan dengan menghalalkan segala cara bisa merusak tatanan sosial dan politik yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, proses demokrasi menjadi kurang bermutu, yang tentunya berdampak kepada kualitas pemimpin yang dihasilkan. Sehingga harus terus ada perbaikan.
"Kalau caranya begini, bagaimana mungkin kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin hebat seperti dulu lagi. Inilah salah satu pertanyaan mendasar yang di sampaikan Bu Mega. Kita harus akui, suka tidak suka Sumbar tidak lagi menghasilkan pemimpin hebat seperti dulu," ucapnya.
Sebelumnya, Megawati menyampaikan pernyataan tentang kurangnya bermunculan tokoh-tokoh dari Sumbar akhir-akhir ini. Hal itu disampaikan pada Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021).
"Dulu saya tahunya tokoh dari Sumatera Barat, kenapa menurut saya (sekarang) tidak sepopuler dulu atau memang tidak ada produknya? Padahal Sumatera Barat ketika sebelum kemerdekaan sampai setelah merdeka sampai selesai juga Bung Karno (sebagai presiden) itu kan tokoh-tokohnya luar biasa, ya," kata Mega.
(nag)
Lihat Juga :