Sumbar Disebut Beda Dulu dan Sekarang, Mulyadi Nilai Sebagai Masukan

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:19 WIB
loading...
Sumbar Disebut Beda...
Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Ir. H. Mulyadi. (Ist)
A A A
JAKARTA - Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Ir. H. Mulyadi mengatakan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati tentang perbedaan Sumbar dulu dan sekarang bisa dianggap sebagai masukan. Mulyadi menilai pernyataan Megawati sebagai masukan untuk Sumbar.

"Kita anggap saja hal tersebut merupakan bentuk perhatian dan kecintaan beliau terhadap Sumatera Barat," kata Mulyadi, Sabtu (14/8/2021).

Mulyadi yang juga peraih suara terbanyak Pileg 2019 se-Sumbar ini menilai, setiap kritikan atau masukan harus bisa diterima dari siapa pun termasuk Megawati. Sumbar ialah provinsi percontohan demokrasi, sehingga jika memang ada kebenarannya yang disampaikan Megawati tak perlu ditutupi.

Mulyadi berharap masukan dari siapapun bisa memacu semangat dalam membangun Sumbar ke depan yang mampu melahirkan tokoh-tokoh mumpuni untuk tingkat nasional.

"Kita tidak boleh "tibo di mato dipiciangkan tibo di paruik dikampihan". Artinya kalau faktanya memang ada kekurangan harus kita akui. Yang lebih penting lagi kita menyadari kekurangan tersebut dan mencari apa penyebabnya, sehingga kita bisa memperbaikinya ke depan," jelas Mulyadi.

Lebih lanjut, Mulyadi menduga kegelisahan Megawati dikarenakan adanya kecenderungan kelompok tertentu yang berupaya menggeser politik kinerja ke politik agama yang pastinya tidak produktif. Hal itu juga dirasakannya pada Pilkada 2020 silam. Banyaknya hoaks dan fitnah untuk menjatuhkan kompetitor demi tujuan kekuasaan semata.

"Hal ini sebetulnya bukanlah karakteristik masyarakat Sumatera Barat dalam berdemokrasi. Tetapi mereka tidak peduli bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat yang bisa berdampak jangka panjang," ungkapnya.

Mulyadi mengatakan, nafsu ingin menjadi pemimpin yang orientasinya kekuasaan dengan menghalalkan segala cara bisa merusak tatanan sosial dan politik yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, proses demokrasi menjadi kurang bermutu, yang tentunya berdampak kepada kualitas pemimpin yang dihasilkan. Sehingga harus terus ada perbaikan.

"Kalau caranya begini, bagaimana mungkin kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin hebat seperti dulu lagi. Inilah salah satu pertanyaan mendasar yang di sampaikan Bu Mega. Kita harus akui, suka tidak suka Sumbar tidak lagi menghasilkan pemimpin hebat seperti dulu," ucapnya.

Sebelumnya, Megawati menyampaikan pernyataan tentang kurangnya bermunculan tokoh-tokoh dari Sumbar akhir-akhir ini. Hal itu disampaikan pada Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021).

"Dulu saya tahunya tokoh dari Sumatera Barat, kenapa menurut saya (sekarang) tidak sepopuler dulu atau memang tidak ada produknya? Padahal Sumatera Barat ketika sebelum kemerdekaan sampai setelah merdeka sampai selesai juga Bung Karno (sebagai presiden) itu kan tokoh-tokohnya luar biasa, ya," kata Mega.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mudik Lebaran 2026,...
Mudik Lebaran 2026, Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik Beroperasi 24 Jam
Gempa Magnitudo 5,2...
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Agam Sumatra Barat
Rumah Jusuf Kalla di...
Rumah Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan Ditabrak Mobil, Pagar Ringsek!
5 Kali Gempa Dangkal...
5 Kali Gempa Dangkal Guncang Solok Selatan Sumbar, Berpusat di Darat
FKMPI Salurkan Bantuan...
FKMPI Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Lubuk Tempurung Kota Padang
Puluhan Personel Brimob...
Puluhan Personel Brimob Polda Sumbar Ikut Bangun 100 Unit Huntara di Padang
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Lagi, Abu Janda Diadukan...
Lagi, Abu Janda Diadukan ke Bareskrim soal Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Rekomendasi
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Haiti vs Skotlandia,...
Haiti vs Skotlandia, John McGinn Bawa Dark Blues unggul di Babak Pertama
Berita Terkini
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved