Kejar Herd Immunity, Kang Emil Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan
Senin, 09 Agustus 2021 - 19:56 WIB
Selain di Karawang, lanjut Ipong, Sentra Vaksinasi Silih Tulungan juga bakal digelar di Kabupaten Subang, Kota Depok, dan Kabupaten Sukabumi. Keempat daerah tersebut dipilih karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jabar.
"Sentra Vaksinasi Silih Tulungan digelar dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi Jabar," katanya.
Lebih lanjut Ipong mengatakan, Provinsi Jabar merupakan salah satu sentra pertumbuhan ekonomi nasional strategis. Pemulihan ekonomi Jabar, kata Ipong, akan memberi dampak signifikan bagi pemulihan ekonomi nasional.
"Kawasan pertumbuhan ekonomi ini merupakan tulang punggung ekonomi Jabar, salah satunya kawasan industri yang menyumbang 18 persen kontribusi ekspor nasional non-migas. Oleh karena itu, para pelakunya harus diproteksi dengan vaksinasi," tuturnya.
Disinggung target, Ipong menyatakan, target sasaran Sentra Vaksinasi Silih Tulungan mencapai 30.000 penerima vaksin dan target penyuntikan sebanyak 2.000 dosis per hari selama satu bulan.
"Dari 30.000 dosis tersebut, 40 persen diperuntukan bagi pekerja, pelaku UMKM di sekitar kawasan industri, nelayan, dan petani. Sedangkan 60 persen lainnya diperuntukan untuk masyarakat sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi tersebut," kata Ipong.
"Sentra Vaksinasi Silih Tulungan digelar dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi Jabar," katanya.
Lebih lanjut Ipong mengatakan, Provinsi Jabar merupakan salah satu sentra pertumbuhan ekonomi nasional strategis. Pemulihan ekonomi Jabar, kata Ipong, akan memberi dampak signifikan bagi pemulihan ekonomi nasional.
"Kawasan pertumbuhan ekonomi ini merupakan tulang punggung ekonomi Jabar, salah satunya kawasan industri yang menyumbang 18 persen kontribusi ekspor nasional non-migas. Oleh karena itu, para pelakunya harus diproteksi dengan vaksinasi," tuturnya.
Disinggung target, Ipong menyatakan, target sasaran Sentra Vaksinasi Silih Tulungan mencapai 30.000 penerima vaksin dan target penyuntikan sebanyak 2.000 dosis per hari selama satu bulan.
"Dari 30.000 dosis tersebut, 40 persen diperuntukan bagi pekerja, pelaku UMKM di sekitar kawasan industri, nelayan, dan petani. Sedangkan 60 persen lainnya diperuntukan untuk masyarakat sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi tersebut," kata Ipong.
(shf)
Lihat Juga :