Karhutla di Ogan Ilir Meningkat, Pemkab Diminta segera Bentuk Satgas Desa
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 10:38 WIB
Mawardi juga mengatakan, hingga saat jumlah lahan yang terbakar di Kabupaten Ogan Ilir yakni sebanyak188 hektare yang terhitung sejak Januari hingga Agustus 2021.
Dari jumlah luasan lahan yang terbakar tersebut, kata Mawardi, terdapat sekitar 17 hektar yang merupakan lahan rawa mineral dan gambut, sedangkan sisanya di wilayah lahan konsesi."Masalahnya berdasarkan data yang ada lahan gambut yang terbakar tidak seberapa, tapi lahan perkebunan yang terbakar karena ulah manusia yang mendominasi penyebab kebakaran di Ogan Ilir," ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir, M Husin mengatakan, pihaknya akan segera membentuk satgas desa segera untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan karhutla . "Kami usahakan semaksimal mungkin satgas di desa untuk memantau lokasi kebakaran yang terindikasi akibat ulah manusia," ujarnya.
Husin mengungkapkan, sedikitnya sudah 38 kali ditemukan kebakaran yang apabila tidak segera ditanggulangi akan semakin meningkat, mengingat puncak kemarau berlangsung pada pertengahan Agustus ini. Baca juga: Erdogan: Kebakaran Hutan Sama Berbahayanya dengan Terorisme dan Pandemi
"Tugas kami mencegah dan berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri setempat dalam menanggulangi, semoga dapat menghentikan peristiwa kebakaran," tandasnya.
Dari jumlah luasan lahan yang terbakar tersebut, kata Mawardi, terdapat sekitar 17 hektar yang merupakan lahan rawa mineral dan gambut, sedangkan sisanya di wilayah lahan konsesi."Masalahnya berdasarkan data yang ada lahan gambut yang terbakar tidak seberapa, tapi lahan perkebunan yang terbakar karena ulah manusia yang mendominasi penyebab kebakaran di Ogan Ilir," ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir, M Husin mengatakan, pihaknya akan segera membentuk satgas desa segera untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan karhutla . "Kami usahakan semaksimal mungkin satgas di desa untuk memantau lokasi kebakaran yang terindikasi akibat ulah manusia," ujarnya.
Husin mengungkapkan, sedikitnya sudah 38 kali ditemukan kebakaran yang apabila tidak segera ditanggulangi akan semakin meningkat, mengingat puncak kemarau berlangsung pada pertengahan Agustus ini. Baca juga: Erdogan: Kebakaran Hutan Sama Berbahayanya dengan Terorisme dan Pandemi
"Tugas kami mencegah dan berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri setempat dalam menanggulangi, semoga dapat menghentikan peristiwa kebakaran," tandasnya.
(don)
Lihat Juga :