Viral Video Warga Tuduh RS Covid-kan Pasien, Keluarga Pasien Akhirnya Minta Maaf

Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:05 WIB
“Saya ingin meminta maaf terkait video yang saya unggah di aplikasi tiktok kepada RS BDH. Saya berjanji tidak akan terulang lagi kejadian yang seperti ini,” jelasnya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menuturkan, permasalahan ini terjadi ketika ada pasien yang merupakan rujukan dari Puskesmas Lontar dengan diagnosa suspek COVID-19 melalui hasil swab antigen yang dilakukan di RSAU dr Soemitro. Di samping itu, hasil swab PCR pasien tersebut, juga positif COVID-19. “Hasil swab antigennya dari RSAU Soemitro itu positif, hasil PCR-nya juga menyatakan positif,” kata Febri.

Ia menambahkan, pihak keluarga inti dari pasien, sebenarnya tidak mempermasalahkan dengan status pasien. Namun, pada 25 Juli 2021, kondisi pasien memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia. Melalui hasil diskusi dengan keluarga inti pasien, mereka sepakat jenazah akan dimakamkan pukul 08.00 WIB pada keesokan harinya sembari menunggu proses pemulasaraan yang sesuai dengan agama yang dianut.

“Keluarga inti sudah setuju pemakaman dilakukan pada 26 Juli, jam delapan pagi. Difasilitasi juga untuk dua anggota keluarga untuk melihat jenazah untuk terakhir kali,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, ada sekelompok orang yang mengaku sebagai kerabat dan menerobos masuk untuk melihat jenazah. Pada saat itu, mereka diduga seperti dalam kondisi mabuk. Sehingga, mereka menuduh RSUD BDH meng-covidkan pasien yang sudah meninggal tersebut. Padahal, saat itu nakes sedang mencoba untuk memberikan pemahaman kepada oknum keluarga pasien terkait kondisi sebenarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!