Perpanjangan PPKM Level 4, Gubernur Khofifah Klaim Kasus COVID-19 di Jawa Timur Turun
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:52 WIB
Dampak dari penurunan kasus tersebut, BOR rumah sakit juga menurun. Data dari Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, per Minggu (1/8/2021). BOR untuk Intensive Care Unit (ICU) mencapai 80 persen, BOR isolasi biasa 69 persen, BOR Rumah Sakit Lapangan 52 persen dan BOR Rumah Karantina 53 persen.
"BOR ICU sebelumnya di beberapa daerah ada yang 90 persen. Sekarang turun menjadi 80 persen. Artinya sudah ada indikasi melandai-melandai," ujar Khofifah.
Meski ada penurunan kasus COVID-19 dan penuruna BOR, Khofifah tetap meminta agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga mengurangi mobilitas. "Percepatan vaksinasi juga penting agar herd immunity (kekebalan komunitas) di Jatim segera terbentuk," tandas Khofifah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak meminta masyarakat agar percaya bahwa pemerintah pusat sedang menggodok berbagai kebijakan demi menanggulangi dampak buruk pandemi COVID-19.
Dia juga menyampaikan bahwa, beberapa daerah termasuk Surabaya, kasus aktif semakin rendah dan diiringi dengan naiknya tingkat kesembuhan. “Kami berharap agar tren ini bisa terjadi di berbagai wilayah lainnya di Jatim,” tandasnya.
"BOR ICU sebelumnya di beberapa daerah ada yang 90 persen. Sekarang turun menjadi 80 persen. Artinya sudah ada indikasi melandai-melandai," ujar Khofifah.
Meski ada penurunan kasus COVID-19 dan penuruna BOR, Khofifah tetap meminta agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga mengurangi mobilitas. "Percepatan vaksinasi juga penting agar herd immunity (kekebalan komunitas) di Jatim segera terbentuk," tandas Khofifah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak meminta masyarakat agar percaya bahwa pemerintah pusat sedang menggodok berbagai kebijakan demi menanggulangi dampak buruk pandemi COVID-19.
Dia juga menyampaikan bahwa, beberapa daerah termasuk Surabaya, kasus aktif semakin rendah dan diiringi dengan naiknya tingkat kesembuhan. “Kami berharap agar tren ini bisa terjadi di berbagai wilayah lainnya di Jatim,” tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :