Pernah Jadi Penyimpanan Abu Jenazah Tentara Jepang, Begini Cerita Gereja Immanuel Jakarta

Selasa, 03 Agustus 2021 - 05:25 WIB
Umat Protestan Hervormd dan Lutheran telah sepakat mempunyai gereja yang akan digunakan bersama-sama. Pembangunan gereja tersebut dimulai pada tahun 1834 berdasarkan rancangan dari JH Horst, seorang kepala kantor pegadaian dan pengukur tanah.

Untuk pekerjaan merancang gereja ini, Horst mendapat imbalan sebesar f 10 ribu. Dalam perkembangannya, pembangunan gereja sempat mengalami kekurangan dana karena dana kedua umat tidak mencukupi untuk pembangunan gereja tersebut. Pada tahun 1838, mereka meminta bantuan dana dari pemerintah yang pada akhirnya diputuskan sebagai pinjaman dapat dicairkan sebelum waktunya.

Gereja Immanuel Jakarta ini akhirnya dapat diselesaikan dan diresmikan pada tahun 1839 dengan nama Willemskerk. Nama Willemskerk diberikan kepada gereja baru itu untuk menghormati Raja Willem I yang mempunyai keinginan mempersatukan umat-umat Protestan agar dapat membentuk satu gereja yang berlandaskan gagasan liberal seperti persaudaraan, toleransi, dan kesamaan kedudukan.



Suasana dalam Gereja Immanuel Jakarta. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!