COVID Meningkat dan Oksigen Langka, Wali Kota Bima: Kita Sedang Berupaya
Kamis, 29 Juli 2021 - 16:34 WIB
Dari data tim kesehatan, lanjutnya, sebanyak 216 orang pasien COVID- 19 yang dirawat isolasi. Dari lonjakan pada bulan Juli tersebut, tak bisa dielakan lagi bahwa Kota Bima jelas terjadi kekurangan oksigen.
"Demi menyelamatkan hidup rakyat banyak, saya selalu berupaya keras serta selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi terkait penanganan lanjutan COVID- 19. Tak hanya oksigen, namun sejumlah kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan COVID-19 akan terus kami lakukan," tuturnya.
Dikatakan, kekurangan oksigen tak hanya terjadi di Kota Bima, namun hampir seluruh daerah di Pulau Sumbawa seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa BaraT.
Menanggulangi kekurangan oksigen, langkah Pemerintah Kota Bima saat ini yakni dengan menyiapkan oksigen sentral, menimal untuk memimalisir kebutuhan oksigen yang ada.
"Tak hanya di NTB, namun kekurangan oksigen ini terjadi secara nasional. Di Kota Bima sendiri, untuk menganggulangi kelangkaan oksigen sebelumnya telah buat kontrak dengan sejumlah pihak terutama PT. Ulet Jaya, akan tetapi hanya mampu menyuplai 20 sampai 25 tabung oksigen perharinya. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari angka kasus Covid 19," jelasnya
"Demi menyelamatkan hidup rakyat banyak, saya selalu berupaya keras serta selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi terkait penanganan lanjutan COVID- 19. Tak hanya oksigen, namun sejumlah kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan COVID-19 akan terus kami lakukan," tuturnya.
Dikatakan, kekurangan oksigen tak hanya terjadi di Kota Bima, namun hampir seluruh daerah di Pulau Sumbawa seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa BaraT.
Menanggulangi kekurangan oksigen, langkah Pemerintah Kota Bima saat ini yakni dengan menyiapkan oksigen sentral, menimal untuk memimalisir kebutuhan oksigen yang ada.
"Tak hanya di NTB, namun kekurangan oksigen ini terjadi secara nasional. Di Kota Bima sendiri, untuk menganggulangi kelangkaan oksigen sebelumnya telah buat kontrak dengan sejumlah pihak terutama PT. Ulet Jaya, akan tetapi hanya mampu menyuplai 20 sampai 25 tabung oksigen perharinya. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari angka kasus Covid 19," jelasnya
Lihat Juga :