Pandemi COVID-19, FKPT Sulteng Ajak Satukan Energi Bersama Atasi Kesulitan Bangsa
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:13 WIB
Menurut dia, partisipasi dari seluruh masyarakat untuk mengatasi pandemi saat ini sangat dibutuhkan.Hal itu termaktub dalampesan dari konstitusi dan ideologi bangsa yaitu Persatuan Indonesia. Sehingga jika tidak bersatu, maka akan sulit memecahkan berbagai problem yang ada
"Untuk itu kita butuh kontra narasi berkaitan dengancommunity awareness.Menyadarkan kepada masyarakat," ucapDosen Fakultas PertaniandariUniversitas Tadulako ini.
Diamenekankan bahwaseluruh elemanmemegang peranan yang sangat pentinguntuk memberikancommunity awareness.Diantaranya seperti pendidikan,startingnya harus dari sekolah yang paling dasar yaitu SD, sebagai lembaga pendidikan formal.
"Kemudian lembaga pendidikan informal yaitu di rumah tangga, keluarga, kemudian lembaga pendidikan non formal di masyarakat. Itu harus bersinergi bersama-sama untuk membentuk karakter Indonesia yang kuat," tuturnya.
Sangadji menyampaikan bahwa saat mendesak seperti saat ini, mau tidak mau pemerintah juga harus turun tanganuntukmembangun rasa percayadirimasyarakat. Sehingga apa yang diucapkan oleh pemerintah ini bisa diikuti oleh masyarakat.
"Ada satu sisi yang paling ditakuti oleh pemerintah seluruh dunia, yaitu apa yang disebut dengancivil disobediences. Itu adalah suatu keadaan di manapun atau apapun yang dikatakan oleh pemerintah itu tidak didengar oleh masyarakat," terang Sangadji.
"Untuk itu kita butuh kontra narasi berkaitan dengancommunity awareness.Menyadarkan kepada masyarakat," ucapDosen Fakultas PertaniandariUniversitas Tadulako ini.
Diamenekankan bahwaseluruh elemanmemegang peranan yang sangat pentinguntuk memberikancommunity awareness.Diantaranya seperti pendidikan,startingnya harus dari sekolah yang paling dasar yaitu SD, sebagai lembaga pendidikan formal.
"Kemudian lembaga pendidikan informal yaitu di rumah tangga, keluarga, kemudian lembaga pendidikan non formal di masyarakat. Itu harus bersinergi bersama-sama untuk membentuk karakter Indonesia yang kuat," tuturnya.
Sangadji menyampaikan bahwa saat mendesak seperti saat ini, mau tidak mau pemerintah juga harus turun tanganuntukmembangun rasa percayadirimasyarakat. Sehingga apa yang diucapkan oleh pemerintah ini bisa diikuti oleh masyarakat.
"Ada satu sisi yang paling ditakuti oleh pemerintah seluruh dunia, yaitu apa yang disebut dengancivil disobediences. Itu adalah suatu keadaan di manapun atau apapun yang dikatakan oleh pemerintah itu tidak didengar oleh masyarakat," terang Sangadji.
Lihat Juga :