Gubernur Jabar Ajak Media Massa Edukasi Masyarakat soal New Normal
Kamis, 28 Mei 2020 - 10:58 WIB
"Jadi, saya minta kerja sama ke media selama empat atau lima hari ini kita fokus mengedukasi tentang tata cara normalitas baru itu. Sebab, (kondisi) terkendalinya Jawa Barat akan terganggu jika ada euforia dalam normalitas baru," katanya. (Baca juga; Pemprov Jabar Persiapkan Penerapan Tatanan Normal Baru secara Matang )
Kang Emil kembali menegaskan, penunjukan Jabar untuk menerapkan new normal didasari alasan Jabar dinilai mampu mengendalikan COVID-19. Hal tersebut terlihat dari angka reproduksi (Rt) penyebaran COVID-19 yang menyentuh angka 1,09.
"Angka reproduksi kita ada di 1,09. Dalam standar WHO, angka itu bisa dianggap terkendali, makin kecil di nol, itu lebih baik. Kita akan fokus menjaga ini selama 14 hari ke depan. Kita sudah satu minggu rasionya di angka satu. Mudah-mudahan seminggu lagi tetap ada di angka satu, sehingga bisa dalam kategori terkendali," terangnya.
Meski demikian, Kang Emil menekankan, penerapan new normal di Jabar akan tetap mengacu pada level kewaspadaan COVID-19. "Maka istilahnya itu bukan pelonggaran, bukan relaksasi, istilahnya itu adaptasi. Adaptasi terhadap situasi baru," jelasnya.
Dia mencontohkan, dalam penerapan new normal, tempat perbelanjaan atau pertokoan harus menerapkan jaga jarak, penggunaan masker, dan cuci tangan. Selain itu, jumlah kapasitas pengunjung pun harus dibatasi.
Kang Emil kembali menegaskan, penunjukan Jabar untuk menerapkan new normal didasari alasan Jabar dinilai mampu mengendalikan COVID-19. Hal tersebut terlihat dari angka reproduksi (Rt) penyebaran COVID-19 yang menyentuh angka 1,09.
"Angka reproduksi kita ada di 1,09. Dalam standar WHO, angka itu bisa dianggap terkendali, makin kecil di nol, itu lebih baik. Kita akan fokus menjaga ini selama 14 hari ke depan. Kita sudah satu minggu rasionya di angka satu. Mudah-mudahan seminggu lagi tetap ada di angka satu, sehingga bisa dalam kategori terkendali," terangnya.
Meski demikian, Kang Emil menekankan, penerapan new normal di Jabar akan tetap mengacu pada level kewaspadaan COVID-19. "Maka istilahnya itu bukan pelonggaran, bukan relaksasi, istilahnya itu adaptasi. Adaptasi terhadap situasi baru," jelasnya.
Dia mencontohkan, dalam penerapan new normal, tempat perbelanjaan atau pertokoan harus menerapkan jaga jarak, penggunaan masker, dan cuci tangan. Selain itu, jumlah kapasitas pengunjung pun harus dibatasi.
Lihat Juga :