Tren BOR Jabar Terus Menurun, Tenda Darurat RS COVID-19 Bakal Dibongkar

Jum'at, 23 Juli 2021 - 12:39 WIB
Kemudian, persentase masyarakat yang diam di rumah selama PPKM Darurat pun meningkat. Meskipun berdasarkan indeks mobilitas, masih ada beberapa daerah pergerakannya tinggi pada malam hari, khususnya di kawasan industri.

"Kalau kita gunakan teknologi lain, persentase masyarakat yang di rumah meningkat dari rata-rata, naik 30 persen yang tidak ke mana-mana," sebutnya.

Di sisi lain, Kang Emil menyatakan, Pemprov Jabar akan terus mengakselerasi program vaksinasi. Pasalnya, hingga saat ini, persentase vaksinasi di Jabar terbilang masih rendah.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat kurangnya pasokan vaksin. Sebenarnya, imbuh Kang Emil, sudah ada stok 10 juta dosis dari pemerintah pusat di mana 72% diantaranya sudah disuntikkan kepada masyarakat.

Kurangnya pasokan vaksin tersebut ditengatai karena banyak daerah yang 'menabung' vaksin untuk suntikan dosis kedua. Oleh karena itu, Kang Emil meminta pemerintah kabupaten/kota agar tidak menunda vaksinasi dosis kedua.

"Vaksinasi hari ini barangnya memang habis, dari 10 juta dosis 72 persen sudah direalisasi. Kemudian, atas kebijakan Pak Menkes, 28 persen jangan ditabung untuk dosis dua," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!