Tes COVID-19 Digelar Lebih Masif saat Tatanan Normal Baru Diterapkan di Jabar
Rabu, 27 Mei 2020 - 22:26 WIB
"Kita mengambil sikap dengan tetap mengendepankan kewaspadaan. Salah satu kewaspadaan yang akan terus ditingkatkan adalah melakukan pemeriksaan atau pendeteksian dengan rapid test maupun swab test," tegasnya.
Lebih lanjut Berli mengatakan, tes masif COVID-19 di Jabar juga disertai penguatan kesiapan laboratorium, agar tes masif dengan metode PCR berjalan optimal. Selain Labkesda Jabar, ada 8 laboratorium yang ditunjuk Pemprov Jabar untuk melakukan pemeriksaan PCR, yakni Unpad Jatinangor, RSHS, RSUI, Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, VET Subang, dan BBTKL Jakarta.
"Total kapasitas pengetesan mencapai 5.838 spesimen per hari, tapi kemampuan pengetesan per hari berada di angka 2.999 spesimen atau 60 persen dari total kapasitas," sebutnya.
Pemprov Jabar pun konsisten menginventarisasi ruang isolasi dan perawatan COVID-19 tambahan di sejumlah daerah sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19.
Menurutnya, tingkat hunian di fasilitas-fasilitas kesehatan pada 18 Mei lalu berkisar 32 persen. Berdasarkan data 25 Mei, sudah turun menjadi 30 persen. Artinya, kata Berli, yang dirawat atau perlu perawatan karena penyakit COVID-19 di Jabar mengalami penurunan.
Lebih lanjut Berli mengatakan, tes masif COVID-19 di Jabar juga disertai penguatan kesiapan laboratorium, agar tes masif dengan metode PCR berjalan optimal. Selain Labkesda Jabar, ada 8 laboratorium yang ditunjuk Pemprov Jabar untuk melakukan pemeriksaan PCR, yakni Unpad Jatinangor, RSHS, RSUI, Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, VET Subang, dan BBTKL Jakarta.
"Total kapasitas pengetesan mencapai 5.838 spesimen per hari, tapi kemampuan pengetesan per hari berada di angka 2.999 spesimen atau 60 persen dari total kapasitas," sebutnya.
Pemprov Jabar pun konsisten menginventarisasi ruang isolasi dan perawatan COVID-19 tambahan di sejumlah daerah sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19.
Menurutnya, tingkat hunian di fasilitas-fasilitas kesehatan pada 18 Mei lalu berkisar 32 persen. Berdasarkan data 25 Mei, sudah turun menjadi 30 persen. Artinya, kata Berli, yang dirawat atau perlu perawatan karena penyakit COVID-19 di Jabar mengalami penurunan.
Lihat Juga :