Kisah Nenek Sasmia Lubis, Juru Potong Rumput yang Menabung Bertahun-tahun Demi untuk Berkurban
Senin, 19 Juli 2021 - 23:26 WIB
Segala usaha dan doa kepada Allah SWT dilakukannnya agar bisa mewujudkan cita-citanya yaitu berkurban. Tidak lama setelah keinginan itu ada, tiba-tiba dia mendapatkan pekerjaan sebagai juru pangkas rumput.
Selang beberapa bulan setelah bekerja sebagai juru pangkas rumput, Sasmia langsung mengungkapkan keinginannya untuk menjadi salah satu peserta kurban. Niat baik Sasmi langsung disambut baik oleh keluarga dan masyarakat yang ada di lingkungan itu.”Setiap minggu saya membayar Rp50 ribu kepada panitia kurban. Jadi kalau satu bulan sebanyak Rp200 ribu,” timpalnya.
Setiap bulan, kata Sasmia, dia menerima upah sebesar Rp800 ribu dari hasil bekerja sebagai juru potong rumput di Padangsidimpuan. Dari upah tersebut, dia menyisihkan sebesar Rp200 ribu untuk cicilan daging hewan kurban.
“Gaji itu yang saya tabung-tabung untuk bisa membeli hewan kurban,” ungkapnya.
Pernah Tertunda Satu Tahun
Selang beberapa bulan setelah bekerja sebagai juru pangkas rumput, Sasmia langsung mengungkapkan keinginannya untuk menjadi salah satu peserta kurban. Niat baik Sasmi langsung disambut baik oleh keluarga dan masyarakat yang ada di lingkungan itu.”Setiap minggu saya membayar Rp50 ribu kepada panitia kurban. Jadi kalau satu bulan sebanyak Rp200 ribu,” timpalnya.
Setiap bulan, kata Sasmia, dia menerima upah sebesar Rp800 ribu dari hasil bekerja sebagai juru potong rumput di Padangsidimpuan. Dari upah tersebut, dia menyisihkan sebesar Rp200 ribu untuk cicilan daging hewan kurban.
“Gaji itu yang saya tabung-tabung untuk bisa membeli hewan kurban,” ungkapnya.
Pernah Tertunda Satu Tahun
Lihat Juga :