Gandeng TNI, Pemprov Sumsel Mulai Optimasi dan Intensifikasi Pertanian

Kamis, 15 Juli 2021 - 17:55 WIB
"Jika memungkinkan jalan atau jembatan tani. Sementara untuk intensifikasi lahan pertanian konsepnya menumbuhkan korporasi yang menyediakan sarana produksi dan pendampingan petani, serta melibatkan offtaker penggilingan beras di Sumsel untuk membantu petani," ujar Bambang, Kamis (15/7/2021).

Menurut Bambang, ini semua dilakukan untuk mendukung program food estate yang sudah mulai diterapkan Sumsel. Tujuannya nanti yakni untuk peningkatan produksi Sumsel yang saat ini mencapai 2,7 juta gabah kering giling (GKG) menjadi 5,1 juta GKG target dalam waktu tiga tahun kedepan.

"Harapan kita tiga atau empat tahun kedepan, produksi Sumsel bisa mencapai target produksi hingga 5,1 juta ton. Ini didukung dengan pemerintah pusat dan TNI serta petani di Sumsel," kata Bambang.

Dalam program ini, Kementerian Pertanian mengucurkan dana hingga Rp306 miliar untuk optimasi lahan pertanian dan Rp152 miliar untuk intensifikasi lahan. Baca juga: Lahan Pertanian di Jatim Terbesar, Pengamat Puji Insiatif Gubernur Khofifah

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, perhatian dari Kementan tersebut buah dari kerja keras Sumsel yang menerapkan food estate dalam upaya meningkatkan produksi beras."Kita bersyukur karena Sumsel menjadi perhatian utama dan mendapat keistimewaan. Kita tidak sendiri, dalam program ini kita didukung oleh TNI," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!