Demam Babi Afrika Jadi Momok Menakutkan Bagi Peternak di Sulut

Rabu, 07 Juli 2021 - 21:14 WIB
“Inilah yang harus kita waspadai dan tetap dijaga,” ujar Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: PPKM Berlaku di Manado, Operasi Yustisi Lebih Ketat dan Tegas

Menurut Donni, saat ini tujuan didominasi ke DKI Jakarta dan situasi ini sangat menguntungkan para pelaku agribisnis di wilayah kerjanya. Untuk itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan seluruh entitas terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah yang sangat bahaya karena memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang tinggi, yaitu 100%.

“Apalagi Sulut juga memiliki posisi yang strategis sekaligus terjepit oleh wilayah yang terdampak termasuk negara tetangga Filipina,” kata Donni

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Barantan), Wisnu Wasisa menambahkan, sejalan dengan tugas perkarantinaan dalam mengawasi keamanan dan mengendalikan mutu pangan dan pakan asal produk pertanian pihaknya telah menerapkan sistem pencegahan masuknya ASF dari wilayah wabah melalui instruksi Kepala Barantan tentang Mitigasi Risiko Virus African Swine Fever (ASF), Classical Swine Fever (CSF) dan Swine Flu (Influenza A).

Baca juga: Anak Wabup Sikka Diamankan Asik Pesta Miras Sambil Karaoke di Pinggir Jalan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!