Bikin Kapok! Jual Bubur 4 Mangkok Pedagang Ini Didenda PN Tasikmalaya Rp5 Juta
Selasa, 06 Juli 2021 - 15:45 WIB
Baca juga: Sebelum Dijemput Tim Medis, Warga Tasikmalaya Ini Meninggal saat Isolasi Mandiri di Rumah
Salwa yang dihadirkan sebagai terdakwa sebenarnya merupakan adik dari pemilik usaha bubur, Endang Uloh (40) warga Garut. Dalam persidangan yang digelar secara virtual di halaman bekas Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, Edang Uloh ikut dihadirkan sebagai saksi.
Pegawai dan pemilik usaha bubur ini dihadirkan dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Abdul Gofur dan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Janu. Selain itu petugas dari tim Gugus Tugas COVID-19 yang melakukan penindakan juga dihadirkan sebagai saksi.
Peristiwa pelanggaran PPKM Darurat ini bermula saat tukang bubur (Salwa) yang sedang berjualan pada Senin malam (5/7/2021) terjaring operasi Yustiti. Meski sudah ada larangan makan di tempat, Salwa tetap melayani 4 pembeli yang makan bubur di lokasi.
Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 34 ayat 1 Juncto pasa 21i ayat 2 huruf F dan G Perda Provinsi Jawa Barat No 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018.
Salwa yang dihadirkan sebagai terdakwa sebenarnya merupakan adik dari pemilik usaha bubur, Endang Uloh (40) warga Garut. Dalam persidangan yang digelar secara virtual di halaman bekas Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, Edang Uloh ikut dihadirkan sebagai saksi.
Pegawai dan pemilik usaha bubur ini dihadirkan dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Abdul Gofur dan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Janu. Selain itu petugas dari tim Gugus Tugas COVID-19 yang melakukan penindakan juga dihadirkan sebagai saksi.
Peristiwa pelanggaran PPKM Darurat ini bermula saat tukang bubur (Salwa) yang sedang berjualan pada Senin malam (5/7/2021) terjaring operasi Yustiti. Meski sudah ada larangan makan di tempat, Salwa tetap melayani 4 pembeli yang makan bubur di lokasi.
Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 34 ayat 1 Juncto pasa 21i ayat 2 huruf F dan G Perda Provinsi Jawa Barat No 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018.
Lihat Juga :