Belasan Petugas Medis RSUD Ploso Lakukan Isolasi Mandiri
Senin, 20 April 2020 - 18:40 WIB
"Sehingga pasien masuk ke bagian penyakit dalam, sebagai pasien rawat inap penyakit dalam, tapi bukan sebagai Covid-19. Hari Jumat (17/4/2020) ketika dokter melakukan pemeriksaan rutin, ada kejanggalan di pernafasan, dan kita lakukan rapid test. Ternyata hasilnya positif," imbuhnya.
Lantaran RSUD Ploso belum mampu untuk merawat pasien PDP Covid-19, selanjutnya pasien yang bekerja sebagai petani itu dirujuk ke RSUD Jombang. Pasca itu, pihak RSUD Ploso pun langsung meminta agar petugas medis dan pegawai yang melakukan kontak langsung dengan pasien untuk melakukan isolasi mandiri.
"Kebetulan tidak ada dokter yang masuk di daftar tersebut. Sebagian besar perawat. Mereka isolasi di rumah masing-masing kita pantau melalui telepon. Secara sederhana (isolasi) 14 hari, kecuali hasil swap besok keluar dan hasilnya negatif, otomatis mereka bisa mengakhiri masa isolasi," jelasnya.
Dari penuturan pasien, lanjut Iskandar, pasien tersebut bekerja sebagai petani. Setiap hari, pria tersebut beraktivitas layaknya petani pada umumnya, yakni pagi ke sawah, sore pulang ke rumah. Ia juga mengaku tidak pernah berpergian selama masa darurat Covid-19 ini. Untuk itu, pihaknya belum mengetahui dari mana pasien tersebut bisa terpapar virus Corona jika hasil swap terbukti positif nantinya.
"Sekarang kan sudah ditetapkan sebagai PDP Covid-19, jadi nanti teman-teman Dinas Kesehatan (Dinkes) yang akan menindaklanjutinya dengan melakukan pelacakan. Sejauh ini kita hanya melakukan karantina mandiri bagi petugas medis yang kontak langsung dengan pasien," terang dr Iskandar.
Lantaran RSUD Ploso belum mampu untuk merawat pasien PDP Covid-19, selanjutnya pasien yang bekerja sebagai petani itu dirujuk ke RSUD Jombang. Pasca itu, pihak RSUD Ploso pun langsung meminta agar petugas medis dan pegawai yang melakukan kontak langsung dengan pasien untuk melakukan isolasi mandiri.
"Kebetulan tidak ada dokter yang masuk di daftar tersebut. Sebagian besar perawat. Mereka isolasi di rumah masing-masing kita pantau melalui telepon. Secara sederhana (isolasi) 14 hari, kecuali hasil swap besok keluar dan hasilnya negatif, otomatis mereka bisa mengakhiri masa isolasi," jelasnya.
Dari penuturan pasien, lanjut Iskandar, pasien tersebut bekerja sebagai petani. Setiap hari, pria tersebut beraktivitas layaknya petani pada umumnya, yakni pagi ke sawah, sore pulang ke rumah. Ia juga mengaku tidak pernah berpergian selama masa darurat Covid-19 ini. Untuk itu, pihaknya belum mengetahui dari mana pasien tersebut bisa terpapar virus Corona jika hasil swap terbukti positif nantinya.
"Sekarang kan sudah ditetapkan sebagai PDP Covid-19, jadi nanti teman-teman Dinas Kesehatan (Dinkes) yang akan menindaklanjutinya dengan melakukan pelacakan. Sejauh ini kita hanya melakukan karantina mandiri bagi petugas medis yang kontak langsung dengan pasien," terang dr Iskandar.
Lihat Juga :