Calon Pekerja Migran Dinilai Butuh Kemudahan Layanan dan Akses
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:39 WIB
Dia melanjutkan, kemudahan yang dimaksud dimulai dari fasilitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Bahkan sampai pada modal yang dibutuhkan para calon pekerja untuk mewujudkan mimpinya keluar negeri
"Jadi tidak boleh lagi mereka menjual harta kekayaannya hanya untuk modal mencari kerja. Tidak holeh lagi meminjam uang ke rentenir. Ini semua diambil alih oleh negara di-cover melalui bank milik pemerintah maupun bank milik daerah," urai dia.
Baca Juga: Berkurang 232, Kini 3.018 Pekerja Migran Jalani Isolasi di Wisma Atlet
Dia mencontohkan, saat ini sudah ada bank milik pemerintah yang menyediakan modal bagi calon pekerja melalui kredit dengan bunga rendah. Modal yang bisa dipakai untuk pendidikan, hingga biaya keberangkatan ke luar negeri.
"Bahkan kami sepakat dengan pemerintah dan bank negara, cicilan angsuran (pengembalian pinjaman) baru dimulai ketika mereka bekerja dan mendapat penghasilan atas pekerjaan itu. Jadi ini sebagaj bentuk kemudahan-kemudahan," katanya.
Menurut dia, kemudahan pelayanan ini akan menarik minat calon pekerja untuk lebih memilih bekerja di luar negeri secara legal. "Saya yakin akan semakin banyak calon pekerja yang tertarik yang akhirnya memilih jalur resmi," tegas Benny.
Apalagi, para pekerja migran yang keluar negeri secara legal, diberi jaminan mulai dari kesehatan, asuransi kematian, hingga gagal berangkat. Jaminan yang tidak akan didapatkan bagi mereka yang memilih jalur ilegal.
"Jadi tidak boleh lagi mereka menjual harta kekayaannya hanya untuk modal mencari kerja. Tidak holeh lagi meminjam uang ke rentenir. Ini semua diambil alih oleh negara di-cover melalui bank milik pemerintah maupun bank milik daerah," urai dia.
Baca Juga: Berkurang 232, Kini 3.018 Pekerja Migran Jalani Isolasi di Wisma Atlet
Dia mencontohkan, saat ini sudah ada bank milik pemerintah yang menyediakan modal bagi calon pekerja melalui kredit dengan bunga rendah. Modal yang bisa dipakai untuk pendidikan, hingga biaya keberangkatan ke luar negeri.
"Bahkan kami sepakat dengan pemerintah dan bank negara, cicilan angsuran (pengembalian pinjaman) baru dimulai ketika mereka bekerja dan mendapat penghasilan atas pekerjaan itu. Jadi ini sebagaj bentuk kemudahan-kemudahan," katanya.
Menurut dia, kemudahan pelayanan ini akan menarik minat calon pekerja untuk lebih memilih bekerja di luar negeri secara legal. "Saya yakin akan semakin banyak calon pekerja yang tertarik yang akhirnya memilih jalur resmi," tegas Benny.
Apalagi, para pekerja migran yang keluar negeri secara legal, diberi jaminan mulai dari kesehatan, asuransi kematian, hingga gagal berangkat. Jaminan yang tidak akan didapatkan bagi mereka yang memilih jalur ilegal.
Lihat Juga :