Bank Sulselbar Gandeng KPK Tingkatkan Pengelolaan Whistleblowing System
Senin, 14 Juni 2021 - 15:56 WIB
Whistleblowing System dinilai penting untuk mewujudkan good corporate governance sebagai upaya Bank Sulselbar untuk meningkatkan kepercayaan kepada nasabah. Tata kelola manajemen risiko serta penanganan antifraud yang baik sangat penting, apalagi Bank Suselbar merupakan institusi perbankan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Sekarang kan berbisnis tidak semata-mata menghasilkan keuntungan finansial, tapi yang paling utama adalah memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat," ujarnya.
Direktur Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK, Tomi Murtomo menjelaskan pengelolaan Whistleblowing System yang efektif untuk mewujudkan good corporate governance membutuhkan komitmen dari manajemen, artinya tidak hanya pimpinan tapi juga semua pegawai.
Baca juga:Bank Sulselbar dan Kejati Sulbar Teken MoU Penanganan Hukum
Komitmen tersebut, lanjut dia, diwujudkan melalui pembentukan aturan atau kebijakan, lalu menjadi budaya yang implementasinya didukung oleh adanya aplikasi, serta perbaikan yang dilakukan secara terus menerus sehingga pengelolaannya berkelanjutan atau sustainable.
"Penerapan Whistleblowing System di Bank Sulselbar harus ada komitmen, bikin kebijakan, terus jalankan budaya, dan ada aplikasi. Intinya KPK siap membantu, karena ini kita salah satunya dalam rangka membantu juga memfasilitasi supaya Bank Sulselbar asetnya benar-benar digunakan untuk daerah," pungkas Tomi.
"Sekarang kan berbisnis tidak semata-mata menghasilkan keuntungan finansial, tapi yang paling utama adalah memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat," ujarnya.
Direktur Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK, Tomi Murtomo menjelaskan pengelolaan Whistleblowing System yang efektif untuk mewujudkan good corporate governance membutuhkan komitmen dari manajemen, artinya tidak hanya pimpinan tapi juga semua pegawai.
Baca juga:Bank Sulselbar dan Kejati Sulbar Teken MoU Penanganan Hukum
Komitmen tersebut, lanjut dia, diwujudkan melalui pembentukan aturan atau kebijakan, lalu menjadi budaya yang implementasinya didukung oleh adanya aplikasi, serta perbaikan yang dilakukan secara terus menerus sehingga pengelolaannya berkelanjutan atau sustainable.
"Penerapan Whistleblowing System di Bank Sulselbar harus ada komitmen, bikin kebijakan, terus jalankan budaya, dan ada aplikasi. Intinya KPK siap membantu, karena ini kita salah satunya dalam rangka membantu juga memfasilitasi supaya Bank Sulselbar asetnya benar-benar digunakan untuk daerah," pungkas Tomi.
(luq)
Lihat Juga :