Latihan Gabungan Penanganan Pesawat Ilegal Digelar di Lanud Sultan Hasanuddin

Kamis, 10 Juni 2021 - 23:06 WIB
"Rentenan kejadian itu memberikan momentum kita pentingnya koordinasi antara kementerian dan lembaga. Khususnya dalam penanganan pesawat asing yang dipaksa mendarat di bandara atau lanud yang telah ditentukan. Hal ini merupakan bentuk kesiapsiagakan dalam menjaga kedaulatan ruang udara NKRI, sekaligus menjaga martabat sebagai negara berdaulat dalam pergaulan berbangsa-bangsa di dunia," tukasnya.

Mahfud mencontohkan beberapa waktu lalu dua kapal tanker besar dari Panama dan Iran telah melakukan pelanggaran kedaulatan di wilayah perairan Indonesia dengan saling bertukar minyak. "Itukan di wilayah teritorial kita, bukan di luar. Di ZEE pun tidak boleh apalagi di dalam." imbuhnya.

Baca juga:TNI AU Kembali Evakuasi Korban Gempa Sulbar Pakai Pesawat Boeing 737

Akhirnya ditangkap petugas. Namun kata Mahfud setelah itu muncul persoalan perbedaan penanganan di tiap instansi, alhasil hampir tidak ada yang bisa menangani. "Ada yang bilang itu urusan protokol internasional ada yang bilang tidak ada bukti," paparnya.

"Nah inilah pentingnya koordinasi seperti yang kita lakukan hari ini. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang seperti kasus kapal tanker tadi. Lagi-lagi koordinasi agar tidak rebutan, atau bahkan lepas tanggung jawab, saling tunjuk antar instansi," tegas Mahfud .
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!