Rekonstruksi Sate Beracun, Tersangka NA Lakukan 34 Adegan
Senin, 07 Juni 2021 - 18:22 WIB
Dari 34 adengan tersebut, 22adeganyangmelibatkan tersangka NA, lainnya ada saksi, korban dan lainnya. Usai rekonstruksi, akan segera melengkapi berkas perkara yang nantinya akan dikirim ke kejaksaan. “Jadi rekonstruksi ini untuk menguatkan pasal-pasal yang disangkakan,” paparnya.
Menanggapi NA yang menangis selama rekonstruksi, menurut Ngadi, karena NA tidak terbiasa dengan kondisi dan tempat seperti ini.Sedangkan mengenai T dan istrinya yang tidak hadir dalam rekonstruksi dan diganti oleh peran penganti. Ngadi menjelaskan sebenarnya mereka sudah diberi undagan, namun dimungkinkan ada kepeluan lain sehingga tidak bisa hadir.
Baca juga: Kirim Takjil Maut ke Polisi, Gadis Cantik Ini Ternyata Bekerja di Salon Kecantikan
Kejadian itu berawal NA di daerah Gayam Yogyakarta meminta Ojol Bandiman warga Sewon Bantul memgirim paket sate secara offline ke rumah T, warga Kasihan, Bantul, Minggu (25/4/2021). NA memberi uang Rp30.000 dan nomor telepon T serta mengatakan paket itu dikirim oleh Pak Hamid dari Pakualaman.
Namun saat di tujuan, T tidak ada dirumah dan mengakutidak kenal dengan Hamid, sehingga tidak mau menerima dan memberikan sate itu kepada Bandiman. Tanpa curiga pun, Bandiman membawanya pulang. Setelah sampai di rumah dimakan bersama anak dan istrinya, namun setelah makan sate yang diberi bumbu, anaknya jatuh dan mengeluarkan busa, kemudian dibawa ke RSUD Yogyakarta dan oleh dokter dikatakan anak itu keracunan serta tidak tertolong nyawanya.
Menanggapi NA yang menangis selama rekonstruksi, menurut Ngadi, karena NA tidak terbiasa dengan kondisi dan tempat seperti ini.Sedangkan mengenai T dan istrinya yang tidak hadir dalam rekonstruksi dan diganti oleh peran penganti. Ngadi menjelaskan sebenarnya mereka sudah diberi undagan, namun dimungkinkan ada kepeluan lain sehingga tidak bisa hadir.
Baca juga: Kirim Takjil Maut ke Polisi, Gadis Cantik Ini Ternyata Bekerja di Salon Kecantikan
Kejadian itu berawal NA di daerah Gayam Yogyakarta meminta Ojol Bandiman warga Sewon Bantul memgirim paket sate secara offline ke rumah T, warga Kasihan, Bantul, Minggu (25/4/2021). NA memberi uang Rp30.000 dan nomor telepon T serta mengatakan paket itu dikirim oleh Pak Hamid dari Pakualaman.
Namun saat di tujuan, T tidak ada dirumah dan mengakutidak kenal dengan Hamid, sehingga tidak mau menerima dan memberikan sate itu kepada Bandiman. Tanpa curiga pun, Bandiman membawanya pulang. Setelah sampai di rumah dimakan bersama anak dan istrinya, namun setelah makan sate yang diberi bumbu, anaknya jatuh dan mengeluarkan busa, kemudian dibawa ke RSUD Yogyakarta dan oleh dokter dikatakan anak itu keracunan serta tidak tertolong nyawanya.
(nic)
Lihat Juga :