Sedih, Warga Muratara Berlebaran di Tengah Banjir dan Pandemi COVID-19

Minggu, 24 Mei 2020 - 19:56 WIB
Warga yang memiliki rumah panggung masih bertahan di rumahnya, namun warga yang rumahnya sudah terendam terpaksa mengungsi. "Sudah dilanda wabah virus corona, ini ditambah bencana banjir pula," ujar warga lainnya, Arham.

Dia berharap ada bantuan bahan pokok dari Pemkab Muratara untuk meringankan beban masyarakat yang dilanda bencana banjir. "Walaupun bagi kami banjir seperti ini sudah biasa, tapi perekonomian terganggu juga," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara Syarmidi mengatakan, ketinggian banjir mencapai 1,5 meter. Pihaknya mencatat, daerah langganan banjir di Kecamatan Rawas Ilir seperti Kelurahan Bingin Teluk, Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, dan Desa Pauh I. "Kelurahan dan desa-desa itu langganan banjir karena berada di pinggir Sungai Rawas," katanya.

Syarmidi mengatakan, pihaknya meminta pemerintah desa/kelurahan untuk terus mengimbau warganya agar tetap siaga dan jangan lengah terhadap bahaya banjir. "Kalau di daerah kita ini banjirnya musiman, akibat sungai meluap, kami terus mengimbau masyarakat agar tetap siaga," ujarnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!