Idul Fitri di Tengah PSBB Tak Surutkan Menantu Menghantar Rantang

Minggu, 24 Mei 2020 - 14:01 WIB
Tak diketahui sejak kapan tradisi rantangan muncul. Namun, sejak awal sebelum menikah, rantangan ke rumah mertua telah diajarkan dan terus diingatkan untuk dijalankan. "Sebenarnya tak banyak lagi yang nenteng rantang. Tapi kalau seperti keluarga kami, ini terus antar rantang," katanya saat berbincang di Jalan Kol Burlian dengan tujuan ke rumah mertuanya di Sekip Bendung, Ilir Timur II Palembang.

Di tengah penerapan PSBB, tradisi rantangan tetap bisa dijalankan. Karena tradisi ini hanya melibatkan keluarga inti yakni anak, menantu dan mertua. Tradisi ini terasa semakin berkesan, ketika isi rantang dimasak sendiri oleh sang menantu. "Istilahnya ada perjuangan," kata Erna, seorang IRI di Jalan Jepang Palembang tertawa. (Baca juga: 3 Rumah yang Roboh Akibat Puting Beliung Dapat Bantuan Sembako )

Ketika hendak pulang dari rumah mertua, sang menantu biasanya akan langsung mencuci sendiri rantangnya. Lalu rantang tersebut akan diisi oleh mertua tercinta dengan berbagai masakan yang dibuat di rumah mertua. "Jadi rantang dibalas isinya. Ketika balik juga bawa pulang rantang yang juga berisi. Jadi sebenarnya bertukar masakan lebaran," katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!