Bantu Suku Kajang, Mahasiswa UNM Raih Hibah PKM Kementerian Pendidikan
Jum'at, 28 Mei 2021 - 13:58 WIB
Anisa menjelaskan aplikasi e-commerce yang dibuat timnya ramah budaya. "Kita mengetahui masyarakat Suku Kajang concern menjaga nilai-nilai budaya. Kami hadirkan teknologi untuk membantu mereka tanpa mencerabut akar budaya, " kata Anisa yang dua tahun lalu juga mendapatkan pendanaan yang sama dari PKM.
Anisa melanjutkan, alasan ia bersama tim membantu Suku Kajang berangkat dari banyaknya keluhkan masyarakat setempat. Khususnya terkait pemasaran barang khas yang diproduksi masyarakat Suku Kajang.
"Rata-rata masyarakat (Kajang Dalam) membawa kain Tope Le'leng ke Kajang Luar untuk dijualkan. Sementara, masyarakat Kajang Luar menjualnya secara konvensional. Menunggu pengunjung datang atau membawa ke pasar tradisional. Nah ini yang kami bantu dengan aplikasi pemasaran dengan tetap menjaga nilai budaya lokal Suku Kajang," imbuh Anisa.
Baca juga:UNM Kembali Kukuhkan 1.000 Wisudawan Periode April 2021
Anggota tim lainnya, Sukron, menambahkan, selain sebagai aplikasi penjualan kain, Kadow juga membantu mendorong pariwisata di Kabupaten Bulukumba, terutama Kajang.
Anisa melanjutkan, alasan ia bersama tim membantu Suku Kajang berangkat dari banyaknya keluhkan masyarakat setempat. Khususnya terkait pemasaran barang khas yang diproduksi masyarakat Suku Kajang.
"Rata-rata masyarakat (Kajang Dalam) membawa kain Tope Le'leng ke Kajang Luar untuk dijualkan. Sementara, masyarakat Kajang Luar menjualnya secara konvensional. Menunggu pengunjung datang atau membawa ke pasar tradisional. Nah ini yang kami bantu dengan aplikasi pemasaran dengan tetap menjaga nilai budaya lokal Suku Kajang," imbuh Anisa.
Baca juga:UNM Kembali Kukuhkan 1.000 Wisudawan Periode April 2021
Anggota tim lainnya, Sukron, menambahkan, selain sebagai aplikasi penjualan kain, Kadow juga membantu mendorong pariwisata di Kabupaten Bulukumba, terutama Kajang.
Lihat Juga :