Siap-Siap, Ribuan Pekerja Migran Asal Jateng Akan Pulang Kampung
Selasa, 18 Mei 2021 - 21:24 WIB
Menurut data yang dikantonginya, hingga 15 Mei 2021 pekerja migran yang turun di Bandara Juanda mencapai 474 orang. Sementara, di bandara Soekarno Hatta mencapai 1.241 orang. Mereka kebanyakan berasal dari Kabupaten Pati, Jepara, Kendal, Cilacap, Brebes, dan Banyumas.
"Kami jalin komunikasi dengan Jatim baik itu dinas tenaga kerja,kesehatan kemudian BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) kami juga berkomunikasi. Di Juanda kemarin tidak bisa pulang mandiri, Pemprov Jateng memfasilitasi dua bus sebelum lebaran," katanya.
Baca juga: Anak Tewas saat Ritual Mistik, Ayah dan Ibu Korban Simpan Jenazah selama 4 Bulan
Dia mengatakan, kepulangan para pekerja migran dilakukan secara bergelombang. Bahkan di antaranya ada yang pulang menggunakan fasilitas pribadi ke kampung halaman. Namun demikian, prosedur protokol keamanan tetap harus dilalui, sebelum kembali ke mudik.
"Kalau perkiraannya yang akan pulang kurang lebih sekitar 4.000 orang, baik di bulan April atau Mei ini karena kontraknya habis. Namun, kenyataannya yang pulang tidak sebanyak itu hanya sekitar 1.000 orang, karena ada pula yang memperpanjang kontrak mereka," imbuh Sakina.
"Kami jalin komunikasi dengan Jatim baik itu dinas tenaga kerja,kesehatan kemudian BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) kami juga berkomunikasi. Di Juanda kemarin tidak bisa pulang mandiri, Pemprov Jateng memfasilitasi dua bus sebelum lebaran," katanya.
Baca juga: Anak Tewas saat Ritual Mistik, Ayah dan Ibu Korban Simpan Jenazah selama 4 Bulan
Dia mengatakan, kepulangan para pekerja migran dilakukan secara bergelombang. Bahkan di antaranya ada yang pulang menggunakan fasilitas pribadi ke kampung halaman. Namun demikian, prosedur protokol keamanan tetap harus dilalui, sebelum kembali ke mudik.
"Kalau perkiraannya yang akan pulang kurang lebih sekitar 4.000 orang, baik di bulan April atau Mei ini karena kontraknya habis. Namun, kenyataannya yang pulang tidak sebanyak itu hanya sekitar 1.000 orang, karena ada pula yang memperpanjang kontrak mereka," imbuh Sakina.
Lihat Juga :