Risma Terapkan Kampung Tangguh, Kapolda Jatim Copot Kapolsek

Jum'at, 22 Mei 2020 - 22:35 WIB
“Masih positif ada pada angka 502 pada tanggal 21 kemarin dari gugus pusat. Sementara ada 311 ada di Surabaya. Mengapa naik? Enggak apa apa, kita nggak usah kecil hati ini tantangan kita. Hei kapolsek kamu jangan tidur, kapolsek eh kamu keluar saja. Karo SDM ganti kapolsek mana itu, saya minta serius ya saya minta kapolsek jangan main-main. Kamu menghadap Kabid Propam sekarang ya jelas. Ini jadi tantangan buat kita supaya kita serius,” kata Kapolda.

Bersama dengan Pangdam V Brawijaya, Rakor pembentukan Kampung Tangguh yang diikuti seluruh kapolsek, danramil dan camat di seluruh Surabaya ini bertujuan untuk mengetahui secara cepat, permasalahan dampak COVID-19 di kampung-kampung yang ada di Surabaya. Mulai dari warga yang belum mendapatkan bantuan pemerintah hingga warga yang memiliki gejala COVID-19 agar segera tertangani.

Dalam Program Kampung Tangguh ini seluruh elemen wajib bergerak secara sinergi mulai dari Babinsa, Babinkamtibmas , lurah serta RT-RW untuk melaporkan temuan permasalahan COVID-19 yang ada.

Sementara itu, Wal Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung memerintahkan seluruh camat dan lurah di Surabaya untuk melaksanakan program tersebut guna menekan laju persebaran COVID-19 yang semakin meningkat di Surabaya.

“Selama ini memang kita minta data ke RT dan R siapa saja yang terdampak akibat COVID-19. Namun kami tidak tahu di lapangan ada orang yang tidak mau berbicara, ada yang tidak tercover bantuan kami.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!