Dokar di Salatiga Tetap Eksis di Tengah Persaingan Transportasi Online

Kamis, 13 Mei 2021 - 12:28 WIB
Menurut dia, pada umumnya penumpang dokar tidak hanya berpikiran menuju tempat tujuan saja. Namun, ada juga yang ingin berwisata keliling kota sembari bernostalgia. "Terkadang ada penumpang dari luar daerah, yang datang ke Salatiga dan naik dokar hanya ingin nostalgia," ujarnya.

Meski penumpangnya khusus, namun Muhpi tetap yakin bahwa rejeki itu sudah diatur oleh Tuhan, sehingga usaha yang digeluti sejak tahun 1966 itu tetap bisa diandalkan untuk menghidupi dan menyekolahkan tujuh orang anaknya hingga sekarang. "Kusir dokar menjadi pekerjaan pokok saya sejak dulu. Alhamdulillah, kalau kita mau berusaha, tetap saja ada rejeki," tuturnya.

Sementara itu, kusir dokar lainnya Maryadi (45) mengatakan, di Salatiga ini kurang lebih ada 40-an dokar. Mereka ada yang narik pagi sampai sore atau sore hingga malam. Menurut dia, tarif dokar dihitung dari jauh dekatnya serta jumlah orangnya. Dan para penarik dokar sudah punya patokan atau tarif harga sendiri.

Maryadi mengakui, narik dokar seperti juga untung-untungan, kadang ramai kadang pula sepi. Kalau sepi dalam sehari ia hanya bisa menarik satu atau dua penumpang. Saat ramai saat seperti libur lebaran atau natal tahun baru, bisa mencapai lima tujuan. Baca juga: Sejajar dengan Paris dan Roma, Makanan Tradisional Bandung Masuk 10 Terbaik Dunia

Namun berhubung ada pandemi COVID-19 dan ada pelarangan mudik, maka lebaran tahun ini sepi. "Sejak awal pandemi hingga saat ini, jumlah penumpang menurun. Sekarang sepi penumpang. Saya berharap kondisi ini cepat membaik dan pandemi segera berakhir," pungkasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!