PB HMI Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM
Minggu, 19 April 2020 - 18:44 WIB
Menurut Arya, dengan menurunkan harga BBM, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi masa-masa pemulihan pasca pandemi ini ke depannya. Sebab para pelaku usaha, khususnya UMKM sudah memiliki modal kebijakan fiskal yang akan sangat memungkinkan adanya efisiensi produksi di masa pascapandemi.
“Akan sangat populis dan menyejukan psikologi masyarakat jika pemerintah siap memangkas harga BBM yang diikuti penurunan tarif listrik dan bahan pokok lainnya. Di saat rakyat sedang merasakan beban sosial serta ekonomi yang cukup signifikan seperti sekarang, dan PB HMI menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh kebijakan penyesuaian harga BMM ini," kata Arya.
Kendati demikian, sudah saatnya pemerintah memprioritaskan pembangunan oil storage yang saat ini masih kecil. Langkah ini juga membantu mengurangi angka impor minyak. Keberadaan jumlah oil storage yang cukup akan sangat menentukan kekuatan sektor pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan NKRI.
“Di tengah ancaman geopolitik dan gangguan kedaulatan oleh bangsa lain, Indonesia tentu tidak akan mampu bertahan lebih lama jika tidak memiliki oil storage dalam kapasitas besar. Pembangunan itu sangat bermanfaat untuk menekan impor minyak dan memperbaiki pertahanan negara yang jika perang hari ini hanya mampu bertahan tiga hari," katanya.
Sejak 18 Maret 2020 atau 30 hari lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta para menterinya mengkalkulasi rencana penurunan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi seiring dengan merosotnya harga minyak dunia. Namun sampai sekarang harga BBM di Indonesia belum turun.
“Akan sangat populis dan menyejukan psikologi masyarakat jika pemerintah siap memangkas harga BBM yang diikuti penurunan tarif listrik dan bahan pokok lainnya. Di saat rakyat sedang merasakan beban sosial serta ekonomi yang cukup signifikan seperti sekarang, dan PB HMI menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh kebijakan penyesuaian harga BMM ini," kata Arya.
Kendati demikian, sudah saatnya pemerintah memprioritaskan pembangunan oil storage yang saat ini masih kecil. Langkah ini juga membantu mengurangi angka impor minyak. Keberadaan jumlah oil storage yang cukup akan sangat menentukan kekuatan sektor pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan NKRI.
“Di tengah ancaman geopolitik dan gangguan kedaulatan oleh bangsa lain, Indonesia tentu tidak akan mampu bertahan lebih lama jika tidak memiliki oil storage dalam kapasitas besar. Pembangunan itu sangat bermanfaat untuk menekan impor minyak dan memperbaiki pertahanan negara yang jika perang hari ini hanya mampu bertahan tiga hari," katanya.
Sejak 18 Maret 2020 atau 30 hari lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta para menterinya mengkalkulasi rencana penurunan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi seiring dengan merosotnya harga minyak dunia. Namun sampai sekarang harga BBM di Indonesia belum turun.
(nth)
Lihat Juga :