Istri Kanker Otak, Petani Miskin Ini Tolak BLT karena Mampu Bekerja

Jum'at, 22 Mei 2020 - 13:30 WIB
Kain kelambu di atas dipan untuk mencegah nyamuk hanya dicantolkan dengan dinding. Sementara untuk sudut lainnya disangga kayu yang dilangsung ditancapkan ke lantai tanah. Meski tak teratur dan terkesan berantakan, tapi fungsi utamanya terpenuhi, melindungi Siswati dari gigitan nyamuk.

Kelambu ini juga berperan ganda, termasuk menutupi dari sengatan cahaya matahari yang menerobos dinding kayu. Papan yang tak rapat dan beberapa lubang, menjadikan pancaran sang surya menyorot sejak pagi hingga menjelang Magrib.

Untuk mengusir hawa panas, sebuah kipas angin berdiri di samping dipan. Putaran baling-baling cukup ampuh menjadikan angin bertiup sepoi-sepoi meski bercampur debu lantai.

Pemandangan itu semua terlihat oleh Wakil Bupati Blora Arief Rohman saat melakukan kunjungan pada Kamis (21/5/2020). Arief mengaku bersimpati dengan keluarga petani itu karena berjiwa besar untuk mundur dari daftar penerima BLT Dana Desa.

Bahkan dengan kesadaran diri Bambang dan atas persetujuan istrinya membuat surat pernyataan tertulis bermaterai. Surat itu kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Pengkoljagong Sugiyono agar mencoret dari daftar penerima bantuan sosial.

"Kami masih bisa kerja Pak. Istri saya juga menyetujui, sehingga lebih baik kami mundur dari daftar penerima bantuan itu. Supaya bisa diberikan kepada orang lain yang lebih berhak dan sudah tidak bisa bekerja," ucap Bambang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!