Antasena Bioelectricity, Terobosan Mahasiswa ITS Kurangi Penggunaan Energi Fosil
Senin, 03 Mei 2021 - 19:47 WIB
Di sisi lain, Indonesia juga merupakan salah satu negara produsen tempe terbesar di dunia yang belum memiliki alat pengolahan limbah, sehingga berpotensi membahayakan lingkungan.
“Alasan-alasan tersebut akhirnya mendorong kami menggagas Antasena Bioelectricity ini,” kata Husnul, Senin (3/5/2021).
Antasena Bioelectricity merupakan teknologi yang mampu menghasilkan energi listrik secara hybrid menggunakan fuel cell dan microbial fuel cell dengan memanfaatkan sekam padi dan limbah cair tempe.
“Mula-mula, sekam padi akan difermentasikan dengan proses fermentasi gelap yang akan menghasilkan gas biohydrogen,” jelasnya.
Mahasiswi Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini menambahkan, biohydrogen akan digunakan untuk menghasilkan energi listrik melalui fuel cell.
Sedangkan proses fermentasi sekam padi nantinya akan menghasilkan limbah cair yang diproses bersamaan dengan limbah cair tempe pada microbial fuel cell. “Proses ini berfungsi untuk menghasilkan energi listrik tambahan,” ungkapnya.
“Alasan-alasan tersebut akhirnya mendorong kami menggagas Antasena Bioelectricity ini,” kata Husnul, Senin (3/5/2021).
Antasena Bioelectricity merupakan teknologi yang mampu menghasilkan energi listrik secara hybrid menggunakan fuel cell dan microbial fuel cell dengan memanfaatkan sekam padi dan limbah cair tempe.
“Mula-mula, sekam padi akan difermentasikan dengan proses fermentasi gelap yang akan menghasilkan gas biohydrogen,” jelasnya.
Mahasiswi Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS ini menambahkan, biohydrogen akan digunakan untuk menghasilkan energi listrik melalui fuel cell.
Sedangkan proses fermentasi sekam padi nantinya akan menghasilkan limbah cair yang diproses bersamaan dengan limbah cair tempe pada microbial fuel cell. “Proses ini berfungsi untuk menghasilkan energi listrik tambahan,” ungkapnya.
Lihat Juga :