Antasena Bioelectricity, Terobosan Mahasiswa ITS Kurangi Penggunaan Energi Fosil
Senin, 03 Mei 2021 - 19:47 WIB
Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan pembangkit listrik berbasis biomassa bernama Antasena Bioelectricity. Foto/Ist
SURABAYA - Ketersediaan energi fosil di Indonesia semakin langka. Kondisi itu membuat Indonesia menjadi importer minyak mentah dan produk turunannya.
Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan pembangkit listrik berbasis biomassa bernama Antasena Bioelectricity.
Husnul Chotimah, salah satu anggota Tim Antasena ITS menuturkan, produk ini digagas karena beberapa alasan. Pertama, adalah target pemerintah Indonesia untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mengoptimalisasi penggunaannya.
Selain itu, pemenuhan energi di Indonesia juga didasari oleh banyaknya daerah yang belum teraliri listrik, contohnya beberapa desa di Kabupaten Pekalongan.
Sebagai negara agraris, Indonesia menghasilkan biomassa dalam jumlah besar dari limbah pertanian.
Tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan pembangkit listrik berbasis biomassa bernama Antasena Bioelectricity.
Husnul Chotimah, salah satu anggota Tim Antasena ITS menuturkan, produk ini digagas karena beberapa alasan. Pertama, adalah target pemerintah Indonesia untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mengoptimalisasi penggunaannya.
Selain itu, pemenuhan energi di Indonesia juga didasari oleh banyaknya daerah yang belum teraliri listrik, contohnya beberapa desa di Kabupaten Pekalongan.
Sebagai negara agraris, Indonesia menghasilkan biomassa dalam jumlah besar dari limbah pertanian.
Lihat Juga :