2 Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, TNI Datangkan Jembatan Acrow Panel ke Bima
Selasa, 06 April 2021 - 16:34 WIB
Rizal berharap, jembatan acrow panel dapat segera tiba dalam pekan ini sehingga dapat dikerjakan pada pekan depan oleh seluruh anggota TNI. Diakuinya, jembatan acrow panel sebagai alternatif sementara untuk aktivitas masyarakat sebelum pemerintah mendatangkan anggaran pembangunan jembatan yang ambruk pasca banjir bandang.
"Jembatan di Desa Rade merupakan jembatan penghubung antara Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga, jadi sesegera mungkin harus segera dibangun. Sementara di Desa Campa sendiri, jika tidak dipasang jembatan acrow panel, maka dipastikan terisolir karena berada di paling ujung Desa di Kecamatan Madapangga," terangnya.
Jembatan penghubung yang merupakan akses penting bagi kehidupan masyarakat. Jika akses jalan raya tidak normal, maka dipastikan menghambat kebutuhan warga yang sedang mencari nafkah ditengah banjir yang menerja pemukiman mereka.
"Sebagai rasa peduli kemanusiaan, TNI akan segera membangun akses jalan itu. Upaya tersebut sebagai salah satu langkah menormal kondisi pasca banjir bandang Bima," pungkasnya.
Sementara saat ini, sejumlah warga bergotongroyong untuk membangun jembatan dengan menggunakan bambu dan kayu sebagai alternatif yang diperuntukkan pejalan kaki. Sebab, jika tidak maka warga harus menempuh perjalanan keliling yang jaraknya lumayan jauh untuk sampai ditujuan.
"Jembatan di Desa Rade merupakan jembatan penghubung antara Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga, jadi sesegera mungkin harus segera dibangun. Sementara di Desa Campa sendiri, jika tidak dipasang jembatan acrow panel, maka dipastikan terisolir karena berada di paling ujung Desa di Kecamatan Madapangga," terangnya.
Jembatan penghubung yang merupakan akses penting bagi kehidupan masyarakat. Jika akses jalan raya tidak normal, maka dipastikan menghambat kebutuhan warga yang sedang mencari nafkah ditengah banjir yang menerja pemukiman mereka.
"Sebagai rasa peduli kemanusiaan, TNI akan segera membangun akses jalan itu. Upaya tersebut sebagai salah satu langkah menormal kondisi pasca banjir bandang Bima," pungkasnya.
Sementara saat ini, sejumlah warga bergotongroyong untuk membangun jembatan dengan menggunakan bambu dan kayu sebagai alternatif yang diperuntukkan pejalan kaki. Sebab, jika tidak maka warga harus menempuh perjalanan keliling yang jaraknya lumayan jauh untuk sampai ditujuan.
(shf)
Lihat Juga :