RS Rujukan Corona di Jabar Bakal Dilengkapi Robot Antivirus Karya Anak Bangsa
Sabtu, 18 April 2020 - 20:50 WIB
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta Tel-U dan LIPI segera membuat surat tertulis tentang kesanggupan memproduksi jumlah AUMR dalam satu bulan. Sebab, menurutnya, penanganan COVID-19 di Jabar harus diselesaikan secepat-cepatnya.
"Saya minta segera buat surat tertulis berapa banyak bisa memproduksi dalam satu bulan karena kita kan berpacu dengan waktu. Kalau sudah selesai langsung kita manfaatkan," pintanya.
Saat ini, jumlah RS rujukan COVID-19 di Jabar berjumlah 105 unit. Namun, kata Kang Emil, untuk tahap awal, penggunaan robot ini akan diprioritaskan di RSUP Hasan Sadikin Bandung.
"Semoga secepatnya bisa kita manfaatkan di 105 rumah sakit rujukan di Jabar, namun akan kami prioritaskan dulu di RSHS," katanya.
Sebelumnya, dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi yang digelar beberapa waktu lalu, Kang Emil meminta semua perguruan tinggi untuk berinovasi, khususnya dalam membantu penanganan COVID-19.
Selain robot disinfeksi yang sedang digarap Tel-U ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) juga sedang menguji ventilator otomatis hasil inovasi perguruan tinggi di Kementerian Kesehatan RI.
"Saya minta segera buat surat tertulis berapa banyak bisa memproduksi dalam satu bulan karena kita kan berpacu dengan waktu. Kalau sudah selesai langsung kita manfaatkan," pintanya.
Saat ini, jumlah RS rujukan COVID-19 di Jabar berjumlah 105 unit. Namun, kata Kang Emil, untuk tahap awal, penggunaan robot ini akan diprioritaskan di RSUP Hasan Sadikin Bandung.
"Semoga secepatnya bisa kita manfaatkan di 105 rumah sakit rujukan di Jabar, namun akan kami prioritaskan dulu di RSHS," katanya.
Sebelumnya, dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi yang digelar beberapa waktu lalu, Kang Emil meminta semua perguruan tinggi untuk berinovasi, khususnya dalam membantu penanganan COVID-19.
Selain robot disinfeksi yang sedang digarap Tel-U ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) juga sedang menguji ventilator otomatis hasil inovasi perguruan tinggi di Kementerian Kesehatan RI.
Lihat Juga :