301 Kalurahan DIY Rawan Bencana, Sendangrejo Dikukuhkan Jadi Kalurahan Tangguh Bencana
Sabtu, 03 April 2021 - 14:11 WIB
Petugas dan warga, Sendagrejo, Minggir saat melaksanakan gladi lapangan penangganan bencana angin kencang di halaman kalurahan Sendangrejo, Sabtu (3/4/2021). Foto SINDOnews
SLEMAN - Pemkab Sleman mengukuhkan Kalurahan Sendangrejo, Kapenewon Minggir menjadi kalurahan tangguh bencana (Kaltana). Pengukuhan ditandai dengan pelantikan pengurus Kaltana Sedangrejo dan gladi lapangan penangganan bencana angin kencang di halaman kalurahan Sendangrejo, Sabtu (3/4/2021).
Diharapkan dengan langkah ini, bukan hanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terkait bencana angin kencang, namun juga bentuk penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana .
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan karena Sleman memiliki berbagai potensi bencana sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Satu di antaranya di wilayah Minggir, yaitu potensi bencana angin kencang, maka pembekalan dan kemampuan mitigasi bencana sangat penting. Baca juga: Banjir Bandang Menerjang Wilayah Pantai Timur Australia
Untuk kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalisir dampak bencana tersebut. “Dalam menyikapi kejadian bencana, saat ini tidak lagi bersikap responsif namun sudah menuju upaya preventif yaitu pengelolaan resiko bencana,”katanya dalam sambutanya.
Diharapkan dengan langkah ini, bukan hanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terkait bencana angin kencang, namun juga bentuk penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana .
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan karena Sleman memiliki berbagai potensi bencana sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Satu di antaranya di wilayah Minggir, yaitu potensi bencana angin kencang, maka pembekalan dan kemampuan mitigasi bencana sangat penting. Baca juga: Banjir Bandang Menerjang Wilayah Pantai Timur Australia
Untuk kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalisir dampak bencana tersebut. “Dalam menyikapi kejadian bencana, saat ini tidak lagi bersikap responsif namun sudah menuju upaya preventif yaitu pengelolaan resiko bencana,”katanya dalam sambutanya.
Lihat Juga :