Selamat! Binaan Laznas LMI Keterima di ITS Jalur SNMPTN
Jum'at, 26 Maret 2021 - 09:59 WIB
Laila Hidayati. (Ist)
KEDIRI - Matanya mulai berkaca-kaca, tangannya gemetar, serta degup jantung terasa tak karuan. Itulah yang dirasakan Laila ketika membuka laman pengumuman SNMPTN . Siswa kelas 12 SMAN 1 Kediri ini pelan-pelan membaca pengumuman itu. Ia berharap akan melihat laman warna hijau yang bertuliskan “Selamat Anda Lolos SNMPTN Tahun 2021”. Alhamdulillah, Allah mengabulkannya.
Tangisnya pecah dan berlari memeluk ibunya. “Buk, aku lolos SNMPTN,” ujar siswa yang sore itu telah dinyatakan diterima di jurusan Manajemen Bisnis Institut Sepuluh Nopember Surabaya ini. Kabar ini menjadi kado istimewa atas usaha yang selama ini ia lakukan dengan tekun.
Jika pagi tiba anak yang lahir pada tahun 2002 ini segera bersiap untuk sekolah daring. Menjelang sore selesai sekolah ia membantu ibunya menjaga toko kelontong sederhana usaha ibunya dan bila malam datang waktunya membuka buku, me-review pelajaran yang disampaikan di sekolah.
Tak hanya itu, anak ketiga dari empat bersaudara ini juga berbisnis kecil-kecilan. Ia mengelola online shop masker organik untuk meringankan beban ibunya. “Bapak saya meninggal tahun 2004, ibuk sendirian membesarkan kami berempat. Alhamdulillah, dari jualan ini bisa buat membeli kebutuhan sekolah,” cerita dari anak yang pernah meraih juara 1 pidato bahasa Indonesia ini. Baca: Diduga Masalah Keluarga, Paman Tega Bacok Keponakan hingga Sekarat di Merauke.
Tangisnya pecah dan berlari memeluk ibunya. “Buk, aku lolos SNMPTN,” ujar siswa yang sore itu telah dinyatakan diterima di jurusan Manajemen Bisnis Institut Sepuluh Nopember Surabaya ini. Kabar ini menjadi kado istimewa atas usaha yang selama ini ia lakukan dengan tekun.
Jika pagi tiba anak yang lahir pada tahun 2002 ini segera bersiap untuk sekolah daring. Menjelang sore selesai sekolah ia membantu ibunya menjaga toko kelontong sederhana usaha ibunya dan bila malam datang waktunya membuka buku, me-review pelajaran yang disampaikan di sekolah.
Tak hanya itu, anak ketiga dari empat bersaudara ini juga berbisnis kecil-kecilan. Ia mengelola online shop masker organik untuk meringankan beban ibunya. “Bapak saya meninggal tahun 2004, ibuk sendirian membesarkan kami berempat. Alhamdulillah, dari jualan ini bisa buat membeli kebutuhan sekolah,” cerita dari anak yang pernah meraih juara 1 pidato bahasa Indonesia ini. Baca: Diduga Masalah Keluarga, Paman Tega Bacok Keponakan hingga Sekarat di Merauke.
Lihat Juga :