Tanggap COVID-19, Neng Farah Bagikan Sembako dan APD di Jabar
Selasa, 19 Mei 2020 - 21:31 WIB
Koordinator relawan Neng Farah, Rahmat menyerahkan bantuan untuk komunitas disabilitas di Majalengka, Jabar. Foto/Ist
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Farah Putri Nahlia (Neng Farah) menyalurkan bantuan secara serentak di Dapil Jabar IX (Subang, Majalengka, Sumedang). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak pandemi COVID-19 yang tidak hanya menyangkut masalah kesehatan, namun juga persoalan ekonomi masyarakat.
Bantuan anggota Fraksi PAN tersebut untuk tahap I berupa APD (alat pelindung diri) dan paket sembako. Untuk APD disalurkan sebanyak 6.000 masker kain nonmedis, 150 hazmat suit, 480 botol hand sanitizer, 480 botol antiseptik, 150 safety googles, dan 8 boks sarung tangan medis. (Baca juga: Protes Tak Dapat BLT, Ratusan Nelayan Geruduk Kantor Dinas Sosial Kendari)
Sementara bantuan paket sembako sebanyak 11,5 ton beras, 2,3 ton gula, 288 karton mi instan, dan 2,3 ton minyak goreng. Untuk setiap wilayah kabupaten, Neng Farah menyalurkan APD sebanyak 2.000 masker nonmedis, 50 hazmat suit, 160 botol hand sanitizer, 160 botol antiseptik, 50 safety googles dan 2 boks sarung tangan medis yang disalurkan ke rumah sakit, beberapa Puskesmas dan sebagian ke masyarakat. (Baca juga: Pengasuh Pondok Pesantren Digorok Santrinya saat Salat Tahajud)
Bantuan anggota Fraksi PAN tersebut untuk tahap I berupa APD (alat pelindung diri) dan paket sembako. Untuk APD disalurkan sebanyak 6.000 masker kain nonmedis, 150 hazmat suit, 480 botol hand sanitizer, 480 botol antiseptik, 150 safety googles, dan 8 boks sarung tangan medis. (Baca juga: Protes Tak Dapat BLT, Ratusan Nelayan Geruduk Kantor Dinas Sosial Kendari)
Sementara bantuan paket sembako sebanyak 11,5 ton beras, 2,3 ton gula, 288 karton mi instan, dan 2,3 ton minyak goreng. Untuk setiap wilayah kabupaten, Neng Farah menyalurkan APD sebanyak 2.000 masker nonmedis, 50 hazmat suit, 160 botol hand sanitizer, 160 botol antiseptik, 50 safety googles dan 2 boks sarung tangan medis yang disalurkan ke rumah sakit, beberapa Puskesmas dan sebagian ke masyarakat. (Baca juga: Pengasuh Pondok Pesantren Digorok Santrinya saat Salat Tahajud)
Lihat Juga :