Penghapusan PPN Diyakini Dongkrak Penjualan Properti
Senin, 22 Maret 2021 - 07:39 WIB
Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi mengatakan, dalam tiga minggu ini, dampak dari kebijakan penghapusan PPN sudah terasa. Penjualan sejumlah proyek Pakuwon Group mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
"Pada Maret ini, kami menargetkan penjualan sebesar Rp150 miliar. Dan saat tinggal 20% dari target. Kami yakin, hingga bulan ini target penjualan kami di bulan Maret bisa tercapai," katanya, Senin (22/3/2021).
Menurutnya, tingginya animo masyarakat untuk beli properti itu karena saat ini merupakan momentum yang tepat. Sebab, tidak pernah ada dalam sejarah pemerintah menghapus PPN.
Ditambah lagi bunga bank yang sangat rendah, hanya sebesar 3,88% dan berlaku selama (flat) satu tahun.
"Selama pandemi COVID-19, harga properti menjadi turun sekitar 30%. Jika PPN dihapus, akan dikurangi lagi 10%. Maka, total penurunan harga properti mencapai 40%. Maka, inilah saatnya membeli properti," ujar Sutandi.
Pihaknya optimistis, hingga Agustus 2021 mendatang, penjualan properti akan terus bergerak naik. Apalagi ekonomi masyarakat sudah bergerak.
"Pada Maret ini, kami menargetkan penjualan sebesar Rp150 miliar. Dan saat tinggal 20% dari target. Kami yakin, hingga bulan ini target penjualan kami di bulan Maret bisa tercapai," katanya, Senin (22/3/2021).
Menurutnya, tingginya animo masyarakat untuk beli properti itu karena saat ini merupakan momentum yang tepat. Sebab, tidak pernah ada dalam sejarah pemerintah menghapus PPN.
Ditambah lagi bunga bank yang sangat rendah, hanya sebesar 3,88% dan berlaku selama (flat) satu tahun.
"Selama pandemi COVID-19, harga properti menjadi turun sekitar 30%. Jika PPN dihapus, akan dikurangi lagi 10%. Maka, total penurunan harga properti mencapai 40%. Maka, inilah saatnya membeli properti," ujar Sutandi.
Pihaknya optimistis, hingga Agustus 2021 mendatang, penjualan properti akan terus bergerak naik. Apalagi ekonomi masyarakat sudah bergerak.
Lihat Juga :