KPK Dinilai Hati-hati Tangani Dugaan Korupsi Bansos COVID-19 di KBB

Sabtu, 20 Maret 2021 - 18:38 WIB
Ditanya soal dugaan terjadinya kasus korupsi bansos COVID-19 di KBB, Djamu menilai akibat pengawasan yang melonggar. Selain itu lemahnya integritas dari para penyelenggara pemerintahan. Baik itu pejabat politik, pejabat birokrasi, apakah itu pejabat yang duduk di DPRD, kepala daerah, ataupun wakilnya.

Baca juga: Di Medsos, Warga Bangka Selatan Tinggal di Rumah Tak Layak, Ternyata Punya Dua Rumah

Lemahnya integritas itu yang turut melahirkan kasus korupsi. Selain itu ada beberapa faktor yang juga memengaruhi. Termasuk kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia. Sehingga terjadi refocusing anggaran untuk penanggulangan COVID-19 tanpa harus melalui prosedur dan aturan yang ada serta meninggalkan peran pengawasan dari DPRD.

"Integritas itu diartikan sebagai sikap yang jujur, mampu bekerja sama dengan pihak lain, serta mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan," kata Djamu yang sempat membina sebagian besar pejabat yang kini berada di Pemda KBB.

Seperti diketahui penyidik KPK secara maraton selama tiga hari berturut-turut melakukan penggeledahan di sejumlah kantor dinas di kompleks Pemda KBB. Selain itu, ruang kerja Bupati Aa Umbara Sutisna dan kediaman pribadinya juga digeledah. Termasuk tempat usaha salah seorang pengusaha di Lembang.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!