Cerita Mahasiswa asal Somalia dan Thailand Bertahan di Semarang

Selasa, 19 Mei 2020 - 14:00 WIB
Kepada para mahasiswa luar negeri itu, Ganjar berpesan untuk tetap tinggal di kampus dan tidak pulang. Kesempatan ini bisa digunakan untuk belajar lebih ekstra. Dia juga meminta mahasiswa untuk rajin berkabar dengan orang tua dan keluarga di negaranya masing-masing. Kabar baik harus diberikan agar semua tenang.

"Saya hanya ingin memastikan semua sehat dan baik-baik saja. Kami dari pemerintah ingin berusaha membantu para mahasiswa dari suku apapun, bangsa dan negara apapun kami upayakan untuk kami tolong agar mereka bisa belajar dengan baik di sini. Nggak usah pulang ya, di sini saja belajar yang giat. Semangat terus, belajar terus," kata Ganjar.

Salah satu mahasiswa asal Thailand, Wal'asri mengatakan, wabah COVID-19 membuat ia dan kawan-kawannya tidak bisa pulang. Sementara kiriman uang dari rumah juga sudah tersendat. "Bapak ibu saya petani, biasanya kirim uang Rp1 juta perbulan. Sekarang karena kondisi ini, sudah kesulitan," kata mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang ini.

Wal'asri sangat senang dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kunjungan dan bantuan yang diberikan kepadanya dan teman-temannya itu sangatlah berarti.

"Ini luar biasa bagi kami, karena kami memang membutuhkan ini. Saya sebagai anak asing, tinggal di negara asing yakni Indonesia, masih diperhatikan. Kalau seperti ini, saya sangat suka dan banyak mengucapkan terima kasih pada Pak Gubernur," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!